GAZA – Sebuah bangunan tempat tinggal yang sebelumnya rusak akibat serangan Israel runtuh di Tal al-Hawa, sebelah barat Gaza City, Rabu (16/9) dini hari. Sekitar 100 orang dilaporkan masih terjebak atau belum diketahui nasibnya di bawah reruntuhan, termasuk sedikitnya 50 anak.
Bangunan tersebut menjadi tempat berlindung bagi warga Palestina yang mengungsi. Menurut Pertahanan Sipil Palestina, bangunan itu sebelumnya mengalami kerusakan struktural akibat serangan selama perang, namun warga tetap menggunakannya karena tidak memiliki tempat berlindung alternatif.
Bangunan itu runtuh sekitar pukul 01.00 ketika orang-orang di dalamnya sedang tidur. Bagian bangunan yang roboh juga menimpa bangunan dan tenda di sekitarnya yang digunakan sebagai tempat berlindung warga yang mengungsi.
Tim Pertahanan Sipil Palestina masih melakukan pencarian di antara reruntuhan. Dalam laporan awal, petugas telah mengevakuasi 11 jenazah, termasuk lima anak, serta menyelamatkan 12 orang dalam kondisi hidup.
Operasi penyelamatan terkendala keterbatasan peralatan berat yang diperlukan untuk memindahkan reruntuhan. Tim penyelamat berupaya menggunakan peralatan yang tersedia untuk mencari warga yang masih berada di bawah bangunan.
Juru bicara Pertahanan Sipil Palestina mengatakan sekitar 100 orang masih belum diketahui nasibnya. Dari jumlah tersebut, sedikitnya 50 merupakan anak-anak. Angka tersebut masih dapat berubah seiring berlangsungnya proses pencarian dan identifikasi korban.
Peristiwa tersebut juga menyoroti kondisi bangunan yang rusak di Gaza. Laporan OCHA pada September 2026 mencatat bahwa dari 38.240 bangunan yang telah diperiksa dalam penilaian kerusakan, sekitar 60 persen unit hunian mengalami kerusakan berat, hancur, atau dinilai tidak layak huni.
Kondisi itu membuat sebagian warga yang kehilangan tempat tinggal tetap berada di bangunan yang rusak atau tempat penampungan sementara, sementara kebutuhan tempat tinggal yang aman masih sangat besar.**
