PALU, MAL – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Palu, Hj. Diah Puspita, menggelar pertemuan dengan para camat dan lurah se-Kota Palu pada Selasa, 25 Agustus, di Rumah Jabatan Wali Kota Palu.

Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan sinergi dalam mendukung percepatan program pembangunan di tingkat wilayah, khususnya yang berkaitan dengan penanganan stunting dan pemberdayaan perempuan di bawah naungan TP-PKK Kota Palu.

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Diah Puspita menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada seluruh camat dan lurah yang telah hadir. Menurutnya, momen ini krusial untuk membangun komunikasi yang lebih dekat, terbuka, dan efektif antara TP-PKK dengan jajaran pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Hj. Diah juga menekankan pentingnya pelibatan langsung para istri Ketua RT atau Ketua RT perempuan dari masing-masing wilayah.

Ia meminta lurah untuk memfasilitasi dan mengundang mereka dalam pertemuan selanjutnya guna mempercepat implementasi program.

“Pokoknya perempuan, bisa saja Ketua RT-nya sekaligus. Dalam ini saya minta yang memfasilitasi atau yang mengundang itu dari lurah,” kata Hj. Diah Puspita.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk mengakselerasi pelaksanaan beragam program Pemerintah Kota Palu, khususnya penanganan stunting serta inisiatif pembangunan lainnya.

Diah Puspita meyakini perempuan memiliki posisi strategis, sehingga upaya TP-PKK Kota Palu ini sangat penting.

“Bagi saya, pelibatan istri-istri RT atau para perempuan-perempuan, karena power-nya itu ada di perempuan. Baik itu istri RT maupun RT yang perempuan dalam percepatan program-program pembangunan Pemerintah Kota Palu,” tegas Hj. Diah Puspita.

Menurutnya, perempuan memegang peran penting dalam keluarga maupun lingkungan sosial masyarakat, sehingga sangat berpengaruh dalam mendukung keberhasilan program pembangunan. Ketua TP-PKK Kota Palu ini terus mendorong peran tersebut.

“Tujuan utama kita adalah bagaimana mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor agar Kota Palu dapat semakin maju. Saya juga memberikan perhatian yang besar terhadap peningkatan peran dan kapasitas perempuan,” jelas Diah Puspita.

Diah menilai, perempuan memiliki peran strategis di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, sosial, pendidikan, hingga pembangunan masyarakat. Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan harus terus digalakkan melalui kolaborasi antara pemerintah, TP-PKK, masyarakat, komunitas, dan dunia usaha.

Selain memberikan arahan, pertemuan ini juga menjadi forum dialog bagi para camat dan lurah untuk menyampaikan kondisi, persoalan, dan gagasan yang berkembang di wilayah mereka. Komunikasi dua arah ini diharapkan dapat memperkaya strategi pembangunan.

Hj. Diah Puspita berharap komunikasi dan koordinasi yang telah terjalin dapat terus dijaga dan ditingkatkan. Dengan demikian, semua unsur pemerintahan dan masyarakat dapat bergerak serentak dalam mendukung program pembangunan di Kota Palu.

“Kalau komunikasi kita berjalan dengan baik, kita dapat bekerja secara kompak sebagai satu keluarga besar. Kita semua mempunyai tujuan yang sama, yaitu mendorong Kota Palu agar semakin maju, semakin nyaman, semakin sejahtera, dan semakin memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. ***