BMC Bantu Kakek Sebatang Kara

oleh -
Lamalang (80) kakek sebatang kara

PALU – Bangun Muslim Cendikia (BMC) Peduli, menemui dan sekaligus membantu seorang kakek yang hidup sebatang kara. Kakek berusia 80 tahun ini tinggal di Jalan Labu 3, Palu Barat.

“Adalah kakek Lamalang dengan usia 80 tahun, saat ini hidup sebatang kara dalam satu pondok pinjaman dari orang baik, pekerjaan sehari-hari sebagai buruh kasar, dengan usia rentanya kakek ini sungguh membutuhkan uluran tangan orang baik,” kata Founder BMC Palu, Muhajrin Suleman, kepada MAL Online, Selasa (24/8).

Menurut Muhajrin, Kakek Lamalang sendiri, tidak banyak berbicara ketika diwawancarai oleh BMC. Namun dia tampak bahagia telah dibantu oleh dermawan.

Menurutnya, aksi BMC kali ini memang sedikit berbeda dari aksi sebelumnya, yaitu “Jum’at Peduli”. Target penerima manfaat lebih dikhususkan pada kondisi yang benar-benar berada dalam kategori sangat memprihatinkan, serta jumlah manfaat yang diberikan juga jauh lebih besar.

“Melihat kondisi inilah tim BMC peduli dengan bantuan donatur segera turun untuk memberikan secercah senyum diwajah Kakek Lamalang,” ujar Muhajrin.

Terus Tebar Kepedulian dalam Bingkai Kemanusiaan

Sementara itu, kata Muhajrin lagi, kepedulian pada sesama adalah kodrat kemanusiaan, yang akan selalu hadir dan menyentuh hati-hati manusia dengan caranya yang indah.

BMC Peduli yang sejak awal berdirinya mengusung tema utama “Kita Peduli Kita Berbagi”, dalam setiap aksinya selalu berusaha menggugah kepedulian kepada sesama, dengan ratusan kisah yang telah hadir membersamai.

Aksi yang pada awalnya, hanya berupa aksi kecil-kecilan dengan donatur seadanya, serta penyaluran hanya dengan menggunakan kendaraan roda dua. Sehingga lebih kepada bentuk dari aksi peduli di jalanan. Hal ini, membuat manfaat yang dirasakan hanya sedikit dari mereka yang membutuhkan uluran tangan.

“Aksi kepedulian ini semakin berkembang dengan bertambahnya donatur, mobilitas yang lebih leluasa dengan adanya armada pangan, serta semakin bertambahnya saudara-saudara sebangsa yang dapat menikmati kebahagiaan dari indahnya berbagi kepedulian,” ungkapnya.

Harapan terbesar dari adanya sarana BMC Peduli ini, kata dia, adalah rasa kepedulian yang terus tumbuh akan derita sesama saudara, serta saling menguatkan dalam bingkai kamanusiaan.

“Semoga Allah senantiasa menghadirkan keberkahan pada setiap aksi aksi kedepannya terutama untuk para donatur yang selalu lapang serta senyum kebahagiaan untuk mereka yang kekurangan,” imbuhnya.

Rep: NANANG