MAKASSAR, MAL – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperluas penyaluran Biosolar B50, kini tersedia di 590 SPBU per 22 Juli di seluruh provinsi wilayah tersebut.
Langkah ini mendukung penguatan ketahanan energi nasional serta peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di Sulawesi.
Penyaluran Biosolar B50 ini berlangsung bertahap di seluruh wilayah operasional Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. Distribusi dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan rantai pasok, infrastruktur terminal, dan ketersediaan pasokan di setiap area.
Hal ini memastikan proses transisi berjalan mulus tanpa mengganggu pasokan energi bagi masyarakat.
Main Terminal Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi di Makassar, Bitung, Baubau, dan Donggala telah menyalurkan Biosolar B50.
Sementara itu, penyaluran di Fuel Terminal dan End Terminal berlanjut secara bertahap, disesuaikan dengan kesiapan operasional dan jadwal suplai.
Per 22 Juli, Biosolar B50 telah tersedia di 590 SPBU yang tersebar di enam provinsi di Sulawesi. Rinciannya, 280 SPBU di Sulawesi Selatan, 102 SPBU di Sulawesi Tenggara, 76 SPBU di Sulawesi Tengah, 71 SPBU di Sulawesi Utara, 35 SPBU di Sulawesi Barat, dan 26 SPBU di Gorontalo.
Jangkauan ini akan terus meluas seiring rampungnya tahapan di seluruh terminal penyalur.
Dalam proses penyaluran Biosolar B50 ini, Pertamina memastikan seluruh aspek operasional, mulai dari kualitas produk, kesiapan sarana prasarana, hingga sistem distribusi, telah disiapkan sesuai standar.
Langkah ini bertujuan agar penyaluran Biosolar B50 berjalan aman, andal, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Sulawesi.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyebut penyaluran Biosolar B50 sebagai bagian dari dukungan Pertamina pada program transisi energi nasional. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keandalan distribusi BBM untuk masyarakat.
“Perluasan penyaluran Biosolar B50 ini kami lakukan bertahap dengan memastikan kesiapan infrastruktur dan rantai pasok di setiap wilayah. Pertamina menjamin prosesnya sesuai standar operasional, agar kualitas produk terjaga, distribusi lancar, dan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi,” kata Lilik Hardiyanto.
Lilik menambahkan, keberhasilan penyaluran Biosolar B50 ini tak lepas dari koordinasi berkelanjutan bersama regulator, pemerintah daerah, dan mitra operasional di lapangan.
“Kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan sangat penting untuk mendukung penyaluran Biosolar B50 di Sulawesi. Kami akan terus memantau proses distribusi sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga selama tahapan berlangsung,” kata Lilik. ***
