MOROWALI, MAL – Pertumbuhan kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, ikut mendorong berkembangnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan.

Perkembangan itu terlihat dari bertambahnya jumlah tenaga kerja di kawasan industri sekaligus munculnya berbagai usaha yang menyasar kebutuhan harian pekerja. Hingga September 2026, jumlah karyawan di kawasan IMIP mencapai 100.310 orang, terdiri atas 91.904 laki-laki dan 8.406 perempuan.

Data HR Department PT IMIP mencatat jumlah tenaga kerja meningkat dari 35.592 orang pada 2020 menjadi 51.542 orang pada 2021, kemudian 68.466 orang pada 2022 dan 74.350 orang pada 2023. Jumlah tersebut kembali naik menjadi sekitar 83.000 orang pada 2024 dan 86.804 orang pada 2025.

Dengan jumlah pekerja 86.804 orang pada 2025, perputaran uang di Bahodopi diperkirakan mencapai Rp499,1 miliar per bulan atau sekitar Rp6 triliun per tahun. Besarnya aktivitas ekonomi tersebut menciptakan kebutuhan harian yang kemudian dimanfaatkan pelaku usaha di sekitar kawasan.

“Pertumbuhan kawasan yang begitu masif turut mendorong sektor usaha di Bahodopi ikut berkembang,” kata Head of Media Department PT IMIP, Dedy Kurniawan, Jumat (2/10/2026).

Lima jenis UMKM yang disebut terbanyak di Bahodopi adalah kios Pertamini sebanyak 981 unit, stan minuman 735 unit, stan makanan non-bangunan 670 unit, kios umum 648 unit, dan warung makan 591 unit.

Sebagian besar UMKM tersebut berskala mikro dengan omzet hingga Rp300 juta per tahun. Perkembangannya menunjukkan adanya potensi bagi usaha-usaha tersebut untuk naik kelas.

Geliat usaha itu juga dirasakan Fitra, pemilik Bengkel Segar Jaya Berkah. Ia membuka bengkel pertamanya di Desa Siumbatu pada 2017, sementara dirinya masih bekerja di sektor pertambangan di Kalimantan. Setahun kemudian, bengkel tersebut dipindahkan ke Bahodopi.

Setelah 14 tahun bekerja di tambang Kalimantan dan terdampak pandemi Covid-19, Fitra berhenti bekerja dan memilih fokus mengelola usahanya. Keputusan tersebut diambil setelah melihat mayoritas karyawan di kawasan industri IMIP menggunakan sepeda motor.

“Perubahannya cepat sekali. 2018 jalan belum beraspal, dua tahun kemudian warga membangun dengan masif, 2020 terus berkembang, dan 2026 sangat pesat,” ujar Fitra.

Saat ini sekitar 90 persen pelanggan bengkel tersebut merupakan karyawan IMIP. Bengkel Segar Jaya Berkah telah memiliki enam cabang dengan lebih dari 50 karyawan, mulai dari admin hingga mekanik. Upah mekanik disebut mencapai Rp8 juta per bulan.

Peluang serupa dimanfaatkan Ayu Lestari Rahman, warga Desa Fatufia, melalui usaha laundry BlueSea. Bersama suaminya, Ayu merintis usaha tersebut pada 2022 dengan modal awal Rp20 juta dan satu mesin cuci.

“Di sini banyak orang yang sibuk bekerja, sehingga tidak sempat mencuci,” kata Ayu.

Kini BlueSea menangani sekitar 200 kilogram pakaian per hari yang berasal dari pekerja, kontraktor, pedagang, dan warga sekitar. Tarif yang dikenakan Rp7.000 per kilogram untuk layanan reguler dan Rp15.000 per kilogram untuk layanan kilat, dengan fasilitas antar gratis dalam radius 3 kilometer.

Usaha tersebut kini menjadi sumber pendapatan utama keluarga Ayu dengan omzet sekitar Rp35 juta per bulan.

“Semoga IMIP terus berkembang dan bisa terus menyerap tenaga kerja. Kalau karyawan sudah capek bekerja, jangan capek lagi mencuci. Bawa saja ke sini,” ujarnya.

Pertumbuhan aktivitas ekonomi Bahodopi juga tercermin dalam kinerja ekonomi Sulawesi Tengah. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah Muhamad Irfan Sukarna dalam laporan Februari 2026 menyebut ekonomi Sulawesi Tengah pada triwulan IV 2025 tumbuh 9,43 persen secara tahunan (yoy), meningkat dari 7,79 persen pada triwulan sebelumnya.

“Kinerja pertumbuhan ekonomi Sulteng ditopang oleh dominannya peran industri pengolahan berbasis nikel, pertambangan dan penggalian dalam struktur ekonomi daerah,” tulis Muhamad Irfan Sukarna.

Pertumbuhan kawasan industri dan jumlah tenaga kerja di IMIP kemudian menjadi salah satu sumber permintaan bagi berbagai usaha yang berkembang di sekitar Bahodopi, mulai dari bengkel, laundry, kios, hingga usaha makanan dan minuman. ***