BBM Langka, Sopir Kontainer Ancam Blokade Armada Pertamina

oleh -
Sopir kontainer melakukan aksi unjuk rasa di Depan kantor DPRD Kota Palu, Senin (1/11). FOTO": Ist

PALU -Puluhan Pendemo mengatas namakan Serikat Transportasi Kontainer mengancam kepada wakil rakyat di DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, jika aksi mereka tidak mendapat respon dari anggota DPRD provinsi atau pemerintah setempat, maka mereka tidak segan-segan memblokade armada Pertamina dan menutup pelabuhan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM).

Ancaman terkait dengan kelangkaan BBM solar yang terjadi di Kota Palu itu, mereka sampaikan aksi unjuk rasa, di Kantor DPRD Sulawesi Tengah dan Kantor Wali Kota Palu, Senin (1/11).

Koordinator Lapangan Serikat Transportasi Kontainer, Edy mengatakan, beberapa bulan Kota Palu dan sekitarnya sering terlihat antrian BBM, khususnya solar di seluruh SPBU yang ada. Hal ini dugaan mereka, karena adanya oknum-oknum petugas nakal yang “bermain”.

Selain oknum, mereka menuduh, banyak mobil siluman dengan berisi tangki besar yang parkir di SPBU. Sehingga menyebabkan bahan bakar solar sering habis dan langka.

“Kedatangan kami ke gedung DPRD Provinsi Sulteng guna meminta ketegasan dari para wakil rakyat agar dapat melakukan penertiban di SPBU. Berikan sangsi kepada oknum petugas yang nakal dan razia mobil siluman yang sering berkeliaran di SPBU,” ujar Korlap Edy dalam orasinya di depan DPRD Sulteng, Senin siang tadi (1/11).

Di tempat terpisah salah satu staf SPBU Pramuka PT Chandra Perkasa Shanty mengatakan, untuk menghindari ada pembelian BBM dalam jumlah banyak, pihaknya sudah membatasi pembelian semua jenis BBM maksimal Rp250 ribu, kecuali mobil antar provinsi atau mobil luar daerah.

“Kami sudah lama menerapkan sistem pembatasan tersebut, sehingga tidak ada ditemukan mobil siluman berkeliaran di SPBU kami,” ungkap Shanty kepada media alkhairaat online, Senin (1/11).

Sebelumnya, di kantor wali kota Palu, Assiten 1 Muh Rifani Pakamundi yang menerima para pendemo tersebut mengatakan, kelangkaan solar ini salah satu penyebabnya dikarenakan terjadi kenaikan kebutuhan BBM, dan ketidak siapan produsen BBM melayani permintaan tersebut.

“Ada permintaan dari para pendemo kami akan laporkan kepada pak Wali Kota. Karena saat ini Pak Wali sedang tugas dinas di luar. Akan kami rapat bersama mencarikan solusinya,” ujar Rifani .

Reporter: IRMA
Editor: NANANG