PARIMO, MAL- Banjir yang melanda tiga desa di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, pada Sabtu (20/6) malam menyebabkan sedikitnya 145 kepala keluarga (KK) terdampak.

Di tengah bencana yang merendam permukiman warga dan lahan pertanian tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong diketahui tidak berada di daerah.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong mencatat, banjir terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut sekitar pukul 23.00 Wita, mengakibatkan sejumlah sungai meluap dan menggenangi permukiman warga.

“Hujan lebat mengguyur pada pukul 23.00 Wita mengakibatkan sejumlah sungai meluap dan menggenangi permukiman warga,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Parimo, Moh Rivai, Ahad (21/6).

Desa Pombalowo, Kecamatan Parigi, menjadi salah satu wilayah terdampak dengan 25 KK atau 110 jiwa terkena banjir. Sebanyak 100 jiwa di antaranya terpaksa mengungsi ke rumah ibadah karena rumah mereka terendam.

Di Desa Masari, sebanyak 70 KK terdampak. Dari jumlah tersebut, 10 KK mengungsi, dua rumah mengalami kerusakan ringan, sementara sekitar 70 hektare sawah dan dua kebun ikut terendam banjir.

Sementara itu, di Desa Dolago Padang, Kecamatan Parigi Selatan, sebanyak 50 KK terdampak dan sekitar 100 hektare sawah terendam.

BPBD juga masih melakukan pendataan dampak banjir di Desa Lebagu, Kecamatan Balinggi.

Khusus di Desa Pombalowo, pengungsi terdiri atas 14 bayi dan balita, 11 lansia, serta dua ibu hamil. Sebagian warga mulai membersihkan rumah mereka setelah genangan air berangsur surut.

Di tengah kondisi tersebut, keberadaan Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong di luar daerah menjadi sorotan. Sejumlah warga menilai kehadiran pimpinan daerah sangat dibutuhkan saat masyarakat menghadapi bencana, terutama untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

Meski demikian, BPBD memastikan upaya penanganan dan pendataan dampak banjir tetap berjalan. Bantuan darurat berupa perlengkapan tidur dan kebutuhan bayi juga telah disalurkan kepada para pengungsi.

“Mitigasi bencana sangat penting menghadapi situasi seperti ini. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tetap waspada, terutama warga yang bermukim di bantaran sungai maupun lereng gunung,” ujar Rivai.

Menurutnya, hingga Minggu siang genangan air di sebagian besar wilayah terdampak telah surut. Namun, petugas masih terus melakukan pendataan lapangan sembari melaksanakan percepatan pemulihan pascagempa magnitudo 6,7 yang sebelumnya mengguncang Parigi Moutong.

“Hingga kini kami terus melakukan pendataan lapangan atas dampak banjir. Hingga Minggu siang air sudah surut,” pungkasnya.