Banjir di Torue, Rusak Satu Rumah dan Rendam 17 Lainnya

oleh
Salah satu rumah warga di Dusun Pambola, akibat banjir konstruksi bangunan terseret, sehingga pemilik rumah diungsikan. (Foto : MAL/MAWAN)

PARIMO- Tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah selatan Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mengakibatkan puluhan rumah terendam, ratusan hektar sawah dan ternak ikut terseret banjir setinggi 70 cm.

Akibat jebolnya tanggul Matampondo, sebanyak  17 rumah terendam banjir dan satu rumah mengalami rusak parah di Dusun Tiga Pambola, Desa Purwosari, Kecamatan Torue, Kamis (29/10) malam.

Salah satunya yang menjadi korban banjir, Anggota DPRD Parimo, I Putu Eddy Tangkas Wijaya, saat dihubungi Jum’at (30/10) menuturkan, hujan mulai turun sejak pukul 20.00 Wita.

“Sejak tadi malam saya langgsung meninjau lokasi banjir di beberapa titik, Tolai barat dan Purwosari,” ungkapnya.

Ia menuturkan, dari hasil peninjauan, banjir yang terjadi diakibatkan talang pembuangan air tidak mampu menampung tingginya debit air, ditambah lagi jalur tanggul yang cukup kecil.

Lebih lanjut, kata dia, setiap musim penghujan, tanggul tersebut sering mengalami kebobolan akibat derasnya air yang mengalir ke pembuangan.

“Kalau curah hujan tinggi pastinya rumah penduduk dan areal persawahan menjadi imbas dari luapan sungai tersebut,” jelasnya.

Akibat banjir semalam, Dusun Pambola terisolir karena jalan yang digunakan ikut terseret banjir sepanjang 30 meter.

“Jalan itu baru tiga tahun dibangun karena banjir, ikut hanyut,” ucapnya.

Ia berharap, pemerintah setempat segera turun ke lapangan untuk melakukan pendataan korban banjir. Sebab masyarakat menginginkan adanya bantuan yang diberikan kepada mereka.

“Bahan pokok mereka seperti beras dan lainnya ikut juga dibawah banjir,” tutupnya.

Reporter: Mawan
Editor: Nanang

Iklan-Paramitha