Akses Vaksinasi untuk Masyarakat Adat Perlu Ditingkatkan

oleh -
Fery Cokroaminoto Dewantoro

TOUNA – Koalisi Masyarakat Sipil untuk Percepatan Akses Vaksinasi bagi Masyarakat Adat dan Kelompok Rentan Seluruh Indonesia, meminta akses vaksinasi kepada masyarakat adat dan kelompok rentan perlu ditingkatkan.

Koordinator Logistik, Koalisi Masyarakat Sipil untuk Percepatan Akses Vaksinasi bagi Masyarakat Adat dan Kelompok Rentan, Fery Cokroaminoto Dewantoro, mengatakan, masih terdapat sejumlah kendala dalam akses kesehatan kepada masyarakat adat, khususnya terkait vaksinasi.

Fery menjelaskan, kendala yang terjadi di lapangan saat pelaksanaan vaksinasi adalah ketersediaan vaksin, masih tingginya berita hoax (berita bohong) tentang vaksin Covid-19 serta masih sulitnya akses menuju lokasi masyarakat adat.

“Semua ini perlu ditingkatkan, termasuk mengedukasi masyarakat adat sehingga dapat terlayani dengan baik oleh layanan kesehatan, khususnya layanan vaksinasi Covid-19,” ujarnya, Kamis (25/11), di Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una.

Dia menyebutkan, pemberian vaksinasi kepada masyarakat adat bertujuan agar mereka mendapat hak kesehatan sebagai warga negara Indonesia.

Fery mengungkapkan, di Provinsi Sulawesi Tengah, pihaknya mendukung vaksinasi yang diberikan kepada masyarakat adat yang ada di sekitar Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Morowali Utara (Morut)
Kabupaten Banggai, Kabupaten Tojo Unauna dan Kabupaten Poso.

Di Kabupaten Sigi, lanjut dia, ada masyarakat adat Kulawi, di Kabupaten Parigi Moutong ada masyarakat adat Tajio dan Lauje, di Kabupaten Morowali Utara ada masyarakat adat Tau Taa Wana, di Kabupaten Tojo Una-Una ada masyarakat adat Tau Taa Wana, Bare’e dan Togean serta masyarakat adat yang ada di Kabupaten Banggai dan Kabupaten Poso.

Sebelumnya, pihaknya juga mendukung jalannya kegiatan di Kabupaten Fak-Fak Provinsi Papua Barat, 13 hingga 18 November 2021 serta di Pulau Sumatera dan Kalimantan.

Di Indonesia sendiri, lanjut dia, capaian vaksinasi khusus kepada masyarakat adat dan kelompok rentan, sekitar 40 ribu. Sedangkan di Sulteng masyarakat adat yang telah divaksin telah mencapai 3000 orang.

“Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Menteri Kesehatan, Satgas Nasional Covid 19, serta seluruh Gubernur, Kapolda, Danrem, Bupati, Walikota, Kapolres, Dandim, dan wabil khusus kepada Ketua Umum PB Alkhairaat, Habib Ali Aljufri yang telah mendukung pelaksanaan percepatan vaksinasi kepada masyarakat adat di Indonesia dan khususnya di Sulteng,” tandasnya.

Reporter : Aan
Editor : Rifay