PALU – Sumber daya tambang harus dikembangkan semaksimal dan seinovatif mungkin, supaya dapat memenuhi target pembangunan dengan sedikit kerugian, baik secara ekonomi maupun secara ekologis.
Demikian kata Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Dan Kesra Rohani Mastura, saat pelaksanaan Forum Group Discusion terkait Tambang Rakyat Tingkat provinsi Sulawesi tengah denganThema “Membangun sinergi antara penambang rakyat, BUMN, BUMD dan Swasta untuk mendukung pembangunan daerah Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (30/3).
Dia mengatakan, pertambangan rakyat dapat menjadi satu solusi agar masyarakat bisa memanfaatkan potensi sumber daya alam, untuk pemenuhan kebutuhan hidup, serta peningkatan ekonomi desa namun tetap ramah lingkungan.
“Olehnya, segala aspek, baik itu perundangan, ekonomi, sosial dan lingkungan perlu dipertimbangkan dalam proses perencanaan tambang, dan sedapatnya dievaluasi secara rutin, agar fatalitas akibat eksploitasinya dapat dihindari,” ujar Rohani.
Rohani Mastura menyampaikan bahwa FGD sebagai sarana strategis untuk menyerap ide masukan dan bertukar pikiran antar stakeholder tambang yang ada di sulawesi tengah, agar berkolaborasi bergerak cepat guna meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertambangan rakyat.
Dia juga menyampaikan bahwa Sulteng adalah daerah yang kaya potensi minerba maupun non minerba yang menjadikannya primadona, atau tujuan investasi yang sangat diminati para investor dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya pertambangan Sulteng selalu menjadi isu krusial. Selain karena sektor ini dapat mendongkrak ekonomi dan mendanai pembangunan daerah secara masif, juga ternyata mempunyai risiko yang relatif lebih tinggi, karena dampak lingkungan baik secara fisik maupun sosialnya daripada komoditi non tambang.
Sementara kegiatan itu dihadiri Bupati Parigi, Samsurizal Tombolotutu, Wakil Bupati Poso Yasin Mangun dan Pejabat Mewakili Kabupaten dan Kota Provinsi Sulawesi Tengah.
Laporan: IRMA
Editor: NANANG

