PALU – Climbing atau panjat tebing, merupakan salah satu cabang olahraga yang menjadi andalan Provinsi Sulawesi Tengah. Bakat-bakat secara alami dari atlet bisa dibilang menguntungkan bagi Sulteng, namun pelatihan secara rutin dan bertahap belum benar-benar terterapkan di daerah ini, sehingga prestasi Sulteng di tingkat nasional belum terbilang membanggakan.
Maka dari itu salah satu pemuda asal Kalukubula, yang juga pelatih Nasional panjat tebing, Zikran Lamalundu menggagas Kalukubula Climbing School Sulawesi Tengah. Sekolah ini beralamat di Jalan Guru Tua Desa Kalukubula, sebelah selatan Belakang Masjid Almakmur Desa Kalukubula.
Kalukubula Climbing School sendiri sudah diresmikan tanggal 17 Februari 2022 oleh Asisten 1 Kabupaten Sigi yang mewakili Bupati, dan disaksikan oleh Ketua Umum KONI Sulteng Nizar Rahmatu, Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sulteng H. Nanang dan Ketua Umum FPTI Sigi Moh. Afit Lamakarate.
“Telah diresmikan, di Desa Kalukubula, Kamis 17 Februari 2022. Dengan begitu pula Kalukubula Climbing School ini adalah satu-satunya sekolah panjat tebing dan yang pertama di Sulteng,” kata mantan Pelatih Tim Panjat Tebing Papua di PON 2021 ini kepada MAL Online, Senin (21/2).
Zikran yang juga Kepala Sekolah Kalukubula Climbing School, menerangkkan, sekolah ini menerapkan metode latihan berbasis kurikulum yang mengadopsi Long Term Atlet Developmen (LTAD) atau pembinaan atlet jangka panjang khusus panjat tebing. Di mana atlet dilatih berdasarkan umur, baik itu dari segi fisik, psikologi, teknik memanjat.
Menurutnya, dengan menerapkan model latihan berdasarkan umur, tentunya atlet tidak mengalami bournout, sehingga atlet dapat bertahan di olahraga panjat tebing, dan bisa berprestasi di usia emasnya atau 19 tahun.
“Kedepannya Kalukubula Climbing School, dengan menerapkan konsep LTAD yang dimuat dalam kurikulum latihan bisa menciptakan atlet yang siap mengharumkan panjat tebing Sulawesi Tengah di kancah nasional maupun dunia,” katanya.
Alumnus MTs Alkhairaat Kalukubula ini menambahkan, sekolah non formal ini awalnya adalah berupa sebuah klub panjat tebing, yaitu Kalukubula Climbing Club. Klub ini hanya membina atlet di wilayah Kalukubula.
“Setelah melihat prestasi Sulawesi Tengah semakin terpuruk di nasional, maka atas keperihatinan tersebut, saya membuka sekolah panjat tebing agar kedepannya atlet Sulawesi Tengah bisa bersaing di nasional, di mana atlet dipersiapkan sejak dini untuk berprestasi. Karena membina prestasi atlet tidak semudah membalikan telapak tangan. Membina prestasi atlet butuh proses lama agar atlet bisa berprestasi di nasional dan dunia. Setidaknya butuh empat tahun mempersiapkan atlet,” ujarnya.

Zikran sendiri adalah pelatih utama dari sekolah ini. Adapun prestasi melatih di antaranya: melatih FPTI Kota Palu Porprov 2014 Poso yang meraih empat emas; melatih FPTI Kabupaten Sigi Porpov 2019 di Parimo yang berhasil meraih tiga emas, tiga perak, dan dua perunggu; terakhir, melatih tim tuan rumah PON 2021 yaitu Papua, dengan capaian tiga emas, satu perak dan satu perunggu.
Sementara itu, atlet yang berlatih di Kalukubula Climbing School pada kompetisi Panjat Tebing Pasigala 17 sampai dengan 20 Februari kemarin meraih prestasi juara 1 dan 2 kategori Umum Putri, juara 2 kategori Umum Putra, juara 1 dan 2 kategori Pemula Putri, juara 2 kategori Pemula Putra, juara 1 dan 2 kategori Spyder Kids Putra, dan juara 2 kategori Spyder Kids Putri.
“Mereka mebawa FPTI Kota Palu, KPA Kilimanjaro Kabupaten Sigi, Kalukubula Climbing Club dan KPLH Madika Adventure Kabupaten Sigi,” ujarnya.
Saat ini jumlah siswa yang tergabung di Kalukubula Climbing School Sulawesi Tengah untuk usia 12 tahun ke bawah sebanyak 13 orang, usia 14 sampai dengan 17 tahun tujuh orang, dan usia 17 tahun ke atas terdapat lima orang. Total siswa total siswa 25 orang
“Mereka berasal dari wilayah Kota Palu dan Kabupaten Sigi,” tandasnya.
Reporter: NANANG

