PALU, MAL — Pesawat Garuda Indonesia gagal mendarat di Bandara Internasional SIS Aljufri Palu pada Ahad (01/11) sekitar pukul 06.00 Wita.
Pilot pesawat dengan nomor penerbangan GA0622 tersebut memutuskan untuk melakukan prosedur go around, sesaat sebelum roda menyentuh landasan pacu.
Burung besi milik maskapai Garuda Indonesia ini sebelumnya bertolak dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 02.20 Wita. Saat tiba di wilayah udara Palu, kondisi cuaca dilaporkan sedang diselimuti awan tebal serta hujan dengan intensitas ringan.
Setelah memutuskan membatalkan pendaratan pertama, pilot segera menaikkan ketinggian dan berputar beberapa mil dari bandara. Pilot kemudian melakukan percobaan pendaratan kedua beberapa saat kemudian setelah melakukan pemantauan saksama terhadap instrumen navigasi dan kondisi landasan.
Belum diketahui apa penyebab pembatalan pendaratan tersebut, namun dari suara pilot di kokpit, keputusan itu diambil karena pendaratan tidak memungkinkan untuk dilakukan.
“Pendaratan belum dapat dilakukan karena hal-hal yang tidak memungkinkan untuk melakukan pendaratan. Demi keselamatan penerbangan, maka pendaratan akan dilakukan beberapa saat lagi,” ujar pilot dari balik kokpit memberikan penjelasan kepada para penumpang yang berada di dalam kabin.
Fenomena Garuda Indonesia gagal mendarat pada percobaan pertama ini merupakan langkah antisipasi keselamatan yang lazim diambil dalam dunia penerbangan jika jarak pandang tidak memadai.
Beberapa jam sebelumnya, maskapai Lion Air rute Makassar–Palu juga dilaporkan dua kali gagal melakukan pendaratan akibat jarak pandang (visibility) yang terganggu hujan deras.
Setelah melakukan manuver berputar di udara, pesawat Boeing 737-800 tersebut akhirnya berhasil mendarat dengan selamat di Bandara SIS Aljufri.
