DONGGALA, MAL – Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., turun langsung melakukan survei dan verifikasi mahasiswa penerima bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) di Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Sabtu (31/10).
Verifikasi lapangan tersebut dilakukan untuk memastikan kesesuaian data dan dokumen persyaratan yang diserahkan mahasiswa dengan kondisi sosial ekonomi keluarga penerima bantuan.
Prof. Amar menegaskan, pengecekan langsung menjadi bagian penting dalam memastikan program bantuan pendidikan pemerintah tersebut tersalurkan kepada mahasiswa yang benar-benar memenuhi kriteria.
“Apa yang tercantum dalam dokumen yang telah diserahkan mahasiswa harus sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Karena itu, kami melakukan pengecekan secara langsung agar bantuan KIP Kuliah tepat sasaran dan diberikan kepada mahasiswa yang benar-benar membutuhkan,” tegas Amar.
Selain memastikan ketepatan sasaran penerima, Rektor Untad juga mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan kesempatan memperoleh KIP Kuliah dengan sungguh-sungguh untuk menyelesaikan pendidikan hingga meraih gelar sarjana.
Ia menekankan, bantuan pendidikan tersebut harus diimbangi dengan keseriusan mengikuti perkuliahan, mempertahankan prestasi akademik, serta menyelesaikan studi tepat waktu.
“Kesempatan mendapatkan KIP Kuliah ini jangan disia-siakan. Manfaatkan sebaik-baiknya untuk belajar, meningkatkan prestasi, dan menyelesaikan studi tepat waktu. Kalian harus memiliki tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan pemerintah,” pesannya.
Amar juga mengingatkan bahwa mahasiswa penerima KIP Kuliah wajib mempertahankan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 dan memenuhi seluruh ketentuan program. Mahasiswa yang tidak memenuhi persyaratan akademik, termasuk memiliki IPK di bawah ketentuan, dapat dikenai penghentian bantuan sesuai aturan yang berlaku.
Perhatian juga diarahkan kepada orang tua mahasiswa. Amar meminta keluarga turut mengawasi aktivitas perkuliahan anak-anak mereka agar kesempatan memperoleh bantuan pendidikan benar-benar dimanfaatkan.
“Orang tua juga harus ikut memantau aktivitas kuliah anak-anaknya. Pastikan mereka mengikuti perkuliahan dengan sungguh-sungguh dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang sudah diberikan pemerintah. KIP Kuliah ini merupakan amanah yang harus dijaga bersama,” ujarnya.
Menurut Amar, keberhasilan program KIP Kuliah tidak hanya diukur dari penyaluran bantuan kepada mahasiswa, tetapi juga dari keberhasilan penerima menyelesaikan pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Sementara itu, salah seorang mahasiswa penerima KIP Kuliah, Riskina, dari Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Untad, mengaku sangat terbantu dengan program tersebut.
Ia mengatakan, bantuan KIP Kuliah memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.
“Program KIP Kuliah ini sangat membantu saya untuk bisa melanjutkan kuliah di Universitas Tadulako. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, bantuan ini menjadi kesempatan besar bagi saya untuk tetap melanjutkan pendidikan,” ungkapnya.
Riskina berharap dapat memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya, menyelesaikan studi tepat waktu, dan meraih gelar sarjana sehingga dapat membanggakan kedua orang tuanya.
Dalam kegiatan survei dan verifikasi tersebut, Rektor Untad didampingi Ketua Dewan Profesor, Prof. Dr. Ir. Fathurrahman, M.P., Sekretaris Senat M. Iqbal, S.T., M.T., serta sejumlah rombongan lainnya. **
