PARIMO MAL – Bupati Parigi Moutong (Parimo), Erwin Burase, menunda peresmian gedung baru perpustakaan daerah karena bangunan tersebut masih tersandung proses hukum.

Ia menginstruksikan Dinas Perpustakaan mengawal penyelesaian masalah tersebut agar fasilitas megah itu segera beroperasi maksimal.

Pemerintah membangun fasilitas modern ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Perpustakaan Nasional.

Bupati menilai optimalisasi gedung sangat mendesak guna mendongkrak Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Parimo yang saat ini berada pada peringkat ke-12 dari 13 kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah.

“Terkait peresmian gedung perpustakaan, saya meminta menundanya hingga proses hukum selesai,” ungkapnya saat membuka Festival Literasi Parimo Tahun 2026, Rabu (28/10).

Sembari menunggu kejelasan hukum, Erwin meminta Dinas Perpustakaan membenahi fasilitas internal dan mengganti buku-buku yang rusak.

Ia mendorong instansi tersebut menciptakan inovasi layanan, seperti menghadirkan kafe, ruangan ber-AC, hingga area khusus merokok agar masyarakat betah berkunjung di tengah gempuran era digital.

Selain membenahi gedung utama, ia mengarahkan perbaikan Taman Literasi Toraranga dan mendorong pembentukan perpustakaan di setiap desa.

Ia juga menyarankan Dinas Perpustakaan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan guna menjadwalkan kunjungan rutin para pelajar ke perpustakaan daerah.

“Kita harus mengubah wajah perpustakaan agar tidak sekadar menjadi tempat menyimpan buku. Buat inovasi supaya kunjungan fisik tetap ramai,” pungkasnya.**