PALU, MAL — Pengurus Besar (PB) Alkhairaat menggelar pertemuan bersama Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Lore Lindu Bariri, di Aula MTs Alkhairaat Pusat Palu, Rabu (28/10).
Pertemuan tersebut dalam rangka pelaksanaan pembelajaran tatap muka langsung di satuan sendidikan.
Pembelajaran tatap muka di seluruh satuan pendidikan Alkhairaat dilakukan menyusul membaiknya kualitas udara di Kota Palu.
Sekretaris Jenderal PB Alkhairaat, Jamaluddin A. Mariajang, menegaskan bahwa keselamatan siswa tetap menjadi prioritas utama melalui penerapan protokol kesehatan yang ketat.
Untuk itu, pihaknya membutuhkan validasi data cuaca untuk memastikan transisi dari pembelajaran daring ke luring berjalan aman.
“Tentu yang kita sebut di sini menggunakan protokol kesehatan, cara-cara untuk mengatasi sehingga anak-anak kita ini bisa aman,” kata Jamaluddin A. Mariajang.
Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PB Alkhairaat, Abdurrahman Abdillah Y. Rumi, mengungkapkan bahwa efektivitas pembelajaran daring sangat rendah karena kendala fasilitas dan pengawasan orang tua.
Kata dia, hasil monitoring menunjukkan tingkat kehadiran siswa di kelas digital sering kali tidak mencapai kuota maksimal, bahkan terkadang hanya satu orang yang hadir.
“Kami bertanggung jawab melakukan kegiatan luring kalau itu memang masih memungkinkan,” kata Abdurrahman Abdillah Y. Rumi, mengutip pernyataan Sekjen PB Alkhairaat.
Pada kesempatan itu, Kepala SPAG Lore Lindu Bariri, Asep Firman Ilahi, memaparkan data bahwa konsentrasi Particulate Matter (PM) di atmosfer Palu telah menurun signifikan dibandingkan lima hari sebelumnya. Penurunan kadar debu halus ini menjadi indikator positif bagi dimulainya kembali pembelajaran tatap muka.
“Kalau kita mencermati kondisi udara saat ini, hasil pengukuran hari ini Alhamdulillah sudah menurun dari 5 hari yang lalu. Kualitas udara baik,” kata Asep Firman Ilahi, Kepala SPAG Lore Lindu Bariri.
Asep menambahkan bahwa prediksi kondisi udara yang kondusif ini diperkirakan bertahan hingga 30/10 mendatang. Pihak BMKG akan terus melakukan pembaruan data setiap lima hari untuk menjadi rujukan otoritas pendidikan dalam mengambil kebijakan sekolah luring.
Turut hadir pada kesempata itu, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PB Alkhairaat, Ahmad Hadi Rumi, Dokter RSU SIS Aljufri, dr. Ricky Yulian, M. Kes dan para Kepala Satuan Pendidikan Alkhairaat.
