HALMAHERA SELATAN, MAL – Ketua Utama Alkhairaat, Habib Sayid Alwi bin Saggaf Aljufri, bersama rombongan tiba di dermaga Desa Madopolo, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Rabu (28/10), sekitar pukul 11.00 WIT.
Kunjungan tersebut menjadi kali kedua Habib Alwi menginjakkan kaki di Pulau Madopolo sejak 2004. Saat itu, ia datang bersama Ketua Utama Alkhairaat sebelumnya, Habib Sayid Saggaf bin Muhammad Aljufri.
Di hadapan para guru Alkhairaat setempat, Habib Alwi mengungkapkan kebanggaannya dapat kembali mengunjungi pulau tersebut sekaligus mempererat silaturahmi dengan keluarga besar Alkhairaat.
Ia mengatakan, tugas sebagai guru bukanlah pekerjaan mudah. Namun, amanah tersebut memiliki kemuliaan besar di sisi Allah SWT.
“Kita di sini digembleng dengan amanah sebuah tugas yang tidak mudah, namun beratnya tugas itu Allah SWT akan memberikan kemuliaan yang besar pada kita,” ungkap Habib Alwi.
Ia juga menekankan pentingnya ilmu sebagai landasan dalam membentuk sikap dan mengendalikan diri. Menurutnya, pemahaman terhadap ilmu dapat menumbuhkan kesadaran seseorang dalam menyikapi berbagai hal, sekaligus meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT.
Habib Alwi menambahkan, keberadaan madrasah-madrasah Alkhairaat di berbagai daerah turut berperan dalam menjaga tradisi keagamaan masyarakat setempat.
Sebagai lembaga pendidikan yang mengikuti ajaran Ahlusunah Waljamaah (Aswaja), Alkhairaat, kata dia, terus mengajarkan tradisi seperti membaca qunut dan barzanji, serta amalan lain yang menjadi bagian dari praktik keagamaan warga Nahdliyin dan masyarakat setempat.
Ia menegaskan, tradisi tersebut tetap menjadi bagian dari pendidikan Alkhairaat yang diwariskan kepada generasi berikutnya.
Pertemuan bersama keluarga besar Alkhairaat di Madopolo berlangsung hangat. Setelah bersilaturahmi, Habib Alwi bersama rombongan dan para guru setempat melaksanakan salat Zuhur.
