PALU, MAL – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Reny A. Lamadjido resmi membuka pameran dan penganugerahan Salon Foto Indonesia (SFI) ke-46 Palu 2026 di Atrium Palu Grand Mall, Jalan Diponegoro, Kota Palu, Jumat (25/9) malam.

Mengusung tema “Resonance of Light”, pameran fotografi nasional itu menampilkan puluhan karya fotografer dari berbagai daerah di Indonesia, dengan ragam tema mulai dari seni, budaya hingga kehidupan sosial.

Pameran berlangsung selama tiga hari, 25-27 September 2026.

Reny mengatakan, penyelenggaraan SFI ke-46 di Palu menjadi kebanggaan bagi Sulawesi Tengah karena untuk pertama kalinya provinsi tersebut dipercaya menjadi tuan rumah.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, saya mengucapkan apresiasi yang sebesar-besarnya atas acara Salon Foto Indonesia yang bisa dilaksanakan di Kota Palu,” kata Reny.

Menurutnya, pameran tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk melihat karya fotografer dari Sulawesi Tengah maupun berbagai daerah di Indonesia.

Reny juga mengapresiasi Federasi Perkumpulan Seni Foto Indonesia (FPSI), panitia, dewan juri, peserta, serta komunitas fotografi yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Ia menilai fotografi memiliki kekuatan menghadirkan perspektif berbeda terhadap suatu objek. Sesuatu yang terlihat biasa dari satu sudut pandang, menurutnya, dapat menjadi karya menarik ketika dilihat melalui perspektif fotografer.

“Kalau melihat foto, melihat suatu hal itu tergantung dari hati kita. Ketika hati kita bahagia, apa pun bentuk fotonya, semua bisa terlihat indah,” ujarnya.

Reny berharap SFI ke-46 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persaudaraan, kreativitas, dan semangat berkarya insan fotografi Indonesia.

“Menang atau kalah dalam sebuah perlombaan merupakan bagian dari proses. Namun, karya yang lebih baik akan selalu meninggalkan kesan,” katanya.

Ia mengajak masyarakat Kota Palu dan Sulawesi Tengah mengunjungi pameran tersebut.

“Saya mengimbau seluruh masyarakat Kota Palu dan khususnya masyarakat Sulawesi Tengah untuk berbondong-bondong datang ke Palu Grand Mall melihat pameran Salon Foto Indonesia ke-46 tahun 2026,” ujarnya.

Reny juga mengajak peserta dari luar daerah menikmati keindahan dan keramahan masyarakat Sulawesi Tengah selama berada di Palu.

“Bawalah pulang bukan hanya foto dan penghargaan, tetapi juga kenangan tentang Sulawesi Tengah,” katanya.

Ketua Umum Federasi Perkumpulan Senifoto Indonesia (FPSI), Agatha Anne Bunanta, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan Palu sebagai tuan rumah SFI ke-46.

Menurut Agatha, rangkaian kegiatan di Palu tidak berhenti pada penyelenggaraan SFI. Setelah Rapat Kerja FPSI, FPSI juga akan menggelar FPSI Gathering untuk pertama kalinya di Kota Palu dengan dukungan FAS.

“Ini menjadi momentum yang sangat istimewa bagi keluarga besar FPSI,” kata Agatha.

Ia mengatakan, FPSI Gathering menjadi ruang mempererat silaturahmi dan persaudaraan antaranggota FPSI dari berbagai daerah, sekaligus bertukar gagasan dan mendorong kemajuan fotografi Indonesia.

Menurutnya, pelaksanaan gathering di Palu juga menjadi kesempatan memperkenalkan Kota Palu di tingkat nasional maupun internasional melalui perjalanan, pengalaman, cerita, dan karya fotografi yang dihasilkan para peserta.

“Melalui perjalanan, pengalaman, cerita, dan tentunya karya-karya fotografi yang akan dihasilkan, kita berharap keindahan alam, kekayaan budaya, keramahan masyarakat, serta berbagai potensi yang dimiliki Kota Palu dan sekitarnya semakin dikenal masyarakat Indonesia dan internasional,” ujarnya.

Agatha mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang menerima penghargaan. Ia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan inspirasi bagi insan fotografi lainnya.

“FPSI akan terus menjaga dan meningkatkan kualitas foto-foto yang dihasilkan dari Salon Foto Indonesia,” katanya.

Agatha juga menyampaikan terima kasih kepada peserta dan klub anggota FPSI yang berpartisipasi dalam SFI GAMPAPURNA.

“Setiap karya adalah bagian dari semangat untuk terus mengembangkan seni dan fotografi di Indonesia,” ujarnya.

Ia turut mengapresiasi kehadiran perwakilan klub FPSI dari berbagai daerah, di antaranya PFI M, PSS, PFB, SFI, Performa, LFCN, FISFA, MPC, GPA, APIK, serta tuan rumah FAS.

Sementara itu, Ketua Fotografer Amatir Sulawesi Tengah (FAS), Ichsan Said, mengatakan dunia fotografi di Sulawesi Tengah mengalami perkembangan signifikan.

Menurutnya, fotografer Sulteng kini mampu menghasilkan karya dengan bahasa visual yang matang, gagasan yang berani, serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

“Perkembangan ini adalah buah dari ruang belajar bersama yang tak pernah padam, keberanian bereksplorasi, dan solidaritas lintas generasi,” ujar Ichsan.

Ia menyebut kehadiran SFI ke-46 di Palu menjadi momentum penting bagi perkembangan fotografi di Sulawesi Tengah.

“Ini adalah panggung pembuktian bahwa dari sudut mana pun kita memandang Indonesia, setiap karya visual memiliki kekuatan untuk menyatukan rasa, mengetuk empati, dan menggerakkan bangsa,” katanya.

Ichsan juga menyampaikan selamat kepada para fotografer yang meraih gelar dan penghargaan dalam SFI ke-46.

“Terus berkarya, terus bercerita melalui lensa,” ujarnya.

Pameran SFI ke-46 Palu 2026 masih dapat dikunjungi masyarakat hingga Ahad (27/9).

Dalam kesempatan tersebut, panitia menyerahkan plakat dan uang tunai Rp3 juta kepada Iman Rosyadi sebagai pemenang lomba fotografi SFI 2026. Karyanya yang mengangkat Masjid Terapung Kampung Lere merekam jejak dampak gempa dan tsunami 28 September 2018.

Selain itu, penganugerahan juga diberikan kepada para pemenang dalam sejumlah kategori lomba fotografi, di antaranya Cetak Warna, Cetak Monokrom, Softcopy Travel, dan Softcopy Street.