PARIMO, MAL – Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigi Moutong (Parimo) memperkuat pengawasan pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan melibatkan seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan mitra penyelenggara di daerah itu.

Penguatan pengawasan tersebut dilakukan melalui program Jaksa Jaga Dapur MBG yang disampaikan dalam kegiatan penerangan hukum di Aula Kejari Parigi Moutong, Kamis (17/9).

Kepala Seksi Intelijen Kejari Parimo, Rony Hotman Gunawan, menekankan pentingnya langkah pencegahan menyusul munculnya sejumlah kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan program serupa di beberapa daerah.

Menurut dia, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MBG agar persoalan serupa tidak terjadi di Kabupaten Parimo.

“Jangan sampai kejadian yang terjadi di daerah lain terjadi di Kabupaten Parigi Moutong. Karena itu, aspek keamanan dan kualitas makanan harus menjadi perhatian bersama,” ungkapnya.

Penerangan hukum itu sekaligus menjadi forum koordinasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Parigi Moutong.

Koordinasi tersebut diarahkan untuk memastikan setiap penyelenggara memahami tugas dan tanggung jawabnya, terutama dalam penerapan standar keamanan pangan, kebersihan dapur, proses pengolahan, penyimpanan hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Melalui program Jaksa Jaga Dapur MBG, Kejari Parimo juga mendorong pengawasan dan pencegahan sejak tahap awal untuk meminimalkan potensi persoalan dalam pelaksanaan program pemerintah tersebut.

Ia mengatakan koordinasi dan monitoring secara bersama-sama menjadi bagian penting dalam menjaga pelaksanaan MBG agar berlangsung tertib, aman dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menyatakan akan terus mendukung pelaksanaan MBG melalui fungsi penerangan hukum, koordinasi serta pengawalan dari aspek hukum sesuai kewenangan yang dimiliki.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antarinstansi sekaligus memastikan makanan yang diberikan melalui program MBG memenuhi aspek kualitas dan keamanan, khususnya bagi anak-anak penerima manfaat.