DONGGALA, MAL – Gempa bumi magnitudo 4,3 mengguncang wilayah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (11/9/2026) pukul 08.53.46 Wita. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada 11 kilometer di utara Donggala dengan kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.
BMKG melaporkan gempa terjadi pada koordinat 0,33 derajat Lintang Selatan dan 119,86 derajat Bujur Timur. Berdasarkan parameter tersebut, gempa tergolong sebagai gempa dangkal.
Wilayah yang berpotensi merasakan guncangan meliputi Kabupaten Donggala dan sekitarnya, termasuk Kota Palu yang berada sekitar 30 hingga 40 kilometer dari lokasi episenter.
BMKG menyebut informasi awal gempa masih dapat berubah seiring pembaruan data hasil analisis.
“Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” demikian keterangan BMKG.
Secara umum, gempa berkekuatan 4,3 magnitudo pada kedalaman 10 kilometer dapat dirasakan masyarakat, namun tidak termasuk kategori yang berpotensi menimbulkan tsunami.
Gempa terbaru ini terjadi setelah wilayah Sulawesi Tengah juga diguncang gempa magnitudo 3,5 di Donggala pada 9 September 2026. Saat itu, pusat gempa berada 21 kilometer di utara Donggala dengan kedalaman lima kilometer dan tidak berpotensi tsunami.
Wilayah Donggala dan sekitarnya merupakan kawasan aktif secara tektonik. Kawasan ini berada pada zona pertemuan sejumlah struktur geologi, termasuk keberadaan Sesar Palu-Koro yang dikenal aktif.
Donggala dan Palu juga pernah terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,5 pada 28 September 2018 yang memicu tsunami dan likuefaksi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan maupun korban akibat gempa magnitudo 4,3 yang terjadi pada Jumat pagi tersebut.
