JAKARTA, MAL – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membagikan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp66 per saham dengan total nilai sekitar Rp6,16 triliun.

Investor yang ingin memperoleh hak dividen tersebut harus memperhatikan jadwal cum date yang jatuh pada 15 September 2026 untuk pasar reguler dan negosiasi, serta recording date pada 17 September 2026.

Pembagian dividen interim tersebut diputuskan Direksi Bank Mandiri pada 3 September 2026 dan telah mendapat persetujuan Dewan Komisaris.

Rencana tersebut kemudian diumumkan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 September 2026, disusul pengumuman jadwal resmi pembagian dividen pada 7 September 2026.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Adhika Vista, menyatakan nilai dividen interim yang akan dibagikan mencapai Rp6,16 triliun.

“Total nilai dividen interim yang akan dibayarkan sebesar Rp 6,16 triliun atau Rp 66 per saham,” ujar Adhika.

Dividen interim tersebut dihitung berdasarkan jumlah saham beredar sebanyak 93,33 miliar saham. Pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada recording date 17 September 2026 pukul 16.00 WIB berhak menerima pembagian dividen.

Adhika juga mengonfirmasi jadwal penting yang perlu diperhatikan investor.

“Ex date dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi 16 September 2026,” katanya.

Sementara itu, pembayaran dividen kepada pemegang saham yang berhak dijadwalkan berlangsung pada 2 Oktober 2026.

“Tanggal pembayaran dividen 2 Oktober 2026,” ujar Adhika.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, mengatakan pembagian dividen interim mencerminkan keyakinan perseroan terhadap fundamental bisnis ke depan sekaligus menjadi bentuk apresiasi kepada para pemegang saham.

“Pembagian dividen interim ini mencerminkan keyakinan kami terhadap fundamental Bank Mandiri ke depan sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas kepercayaan para pemegang saham, termasuk investor ritel,” kata Novita.

Ia menegaskan perseroan tetap memiliki ruang yang cukup untuk menjalankan ekspansi bisnis setelah pembagian dividen dilakukan.

“Bank Mandiri memiliki kapasitas memadai untuk membagikan dividen sekaligus melanjutkan ekspansi kredit ke sektor-sektor produktif,” ujarnya.

Sebagai konteks, laba bersih Bank Mandiri yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk per 30 Juni 2026 mencapai Rp30,41 triliun. Perseroan juga mencatat saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp211,84 triliun dan total ekuitas Rp293,02 triliun.

Hingga Agustus 2026, kredit Bank Mandiri tercatat sebesar Rp1.592 triliun atau tumbuh 17,6 persen secara tahunan. Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.687 triliun, total aset Rp2.358 triliun, dan laba bersih Rp37,5 triliun. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross berada di level 1,00 persen.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, cum dividend di pasar reguler dan negosiasi berlangsung pada 15 September 2026, ex dividend pada 16 September 2026, cum dividend pasar tunai dan recording date pada 17 September 2026, ex dividend pasar tunai pada 18 September 2026, serta pembayaran dividen pada 2 Oktober 2026.

Bank Mandiri menyatakan pembagian dividen interim tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.