PALU, MAL — Kekeringan yang masih melanda sejumlah wilayah Kota Palu meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu mencatat sedikitnya 11 titik kebakaran telah ditangani dalam beberapa hari terakhir.

Kepala BPBD Kota Palu, Presly Tampubulon, mengatakan wilayah yang terdampak kekeringan terutama berada di kawasan pegunungan dan perbukitan, seperti Tondo, Poboya, Petobo, Tipo, dan Watutampu.

Di Kelurahan Petobo, kebakaran terjadi di kawasan Likupaksi dengan luas sekitar setengah hektare. Kebakaran tersebut tidak berdampak terhadap permukiman dan tidak menimbulkan korban.

Sejumlah titik kebakaran juga ditemukan di kawasan Tipo serta wilayah Tondo hingga Poboya. Kebakaran di sejumlah lokasi tersebut berhasil ditangani sehingga tidak meluas.

BPBD mengantisipasi kondisi tersebut dengan berkoordinasi bersama Kelompok Kerja (Pokja) Karhutla tingkat provinsi dan kota, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Pekerjaan Umum, serta instansi lain yang memiliki peralatan pemadaman.

Selain itu, Pemerintah Kota Palu telah menerbitkan surat edaran terkait kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Surat tersebut telah disampaikan kepada seluruh camat dan lurah untuk diteruskan kepada masyarakat.

Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan, membuang puntung rokok di kawasan semak atau lahan kering, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.

BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi kebakaran di kawasan permukiman.

Penggunaan tabung gas dan instalasi listrik perlu diperhatikan, terutama saat terjadi pemadaman listrik.

Masyarakat disarankan memastikan peralatan listrik dan kompor dalam kondisi aman. Setelah memasak, regulator tabung gas juga perlu diperiksa dan dilepas apabila diperlukan untuk mencegah potensi kebakaran.