SIGI, MAL — Cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sigi membuat lahan yang ditumbuhi ilalang dan pepohonan mengering. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan, terutama pada lahan kosong yang dipenuhi rumput kering.

Kepala Desa Olobodju, Wahyudin Baedawi Manessa, Selasa (1/9), mengatakan kondisi cuaca panas dalam beberapa bulan terakhir membuat sejumlah lahan di wilayahnya semakin kering sehingga rawan terbakar.

“Di desa kami banyak lahan kosong yang ditumbuhi rumput ilalang. Musim panas beberapa bulan terakhir membuat hampir semuanya kering. Tentunya kondisi ini harus diwaspadai agar tidak terjadi kebakaran,” kata Wahyudin.

Menurutnya, pemerintah desa telah mengimbau masyarakat agar tidak membakar rumput atau ilalang, khususnya pada siang hari. Pembakaran yang dilakukan saat kondisi lahan sangat kering dikhawatirkan sulit dikendalikan dan api dapat dengan cepat merembet ke area lain.

Wahyudin mengatakan, beberapa titik lahan di wilayahnya sempat terbakar. Namun, penyebab maupun pihak yang melakukan pembakaran belum diketahui.

Beruntung, api pada sejumlah titik tersebut masih dapat dipadamkan sehingga tidak meluas ke area lainnya.

Hal serupa disampaikan Sekretaris Desa Pombewe, Nais Rizal. Ia mengatakan cuaca panas dan kondisi lahan yang kering dapat meningkatkan potensi kebakaran, terutama pada area yang banyak ditumbuhi rumput kering di sepanjang lahan maupun pinggir jalan.

Nais juga mengingatkan potensi kebakaran dapat dipicu oleh aktivitas manusia, termasuk kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan.

“Ini bisa juga dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab saat mengendarai kendaraan sambil merokok, kemudian membuang puntung rokok sembarangan, terutama di pinggir jalan yang banyak ditumbuhi rumput kering,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah desa mengimbau warga maupun pengendara untuk lebih berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Warga juga diminta tidak membakar rumput atau lahan secara sembarangan, terutama ketika kondisi cuaca panas dan angin cukup kencang.

Pemerintah desa berharap kewaspadaan masyarakat dapat mencegah kebakaran lahan yang berpotensi meluas dan menimbulkan kerugian bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.