PALU, MAL – Sulawesi Tengah (Sulteng) memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu daerah penopang energi terbarukan di Indonesia.

Potensi tersebut ditunjukkan melalui pengembangan sejumlah pembangkit listrik berbasis energi air, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso dan pembangunan pembangkit energi terbarukan di Kabupaten Sigi.

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, mengatakan pengembangan energi terbarukan menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi kebutuhan energi di masa mendatang.

Hal itu disampaikan Anwar Hafid saat menghadiri Sosialisasi Hemat Energi tentang Gaya Hidup Hemat Energi di Tengah Masyarakat yang digelar Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM bersama Seruni Kabinet Merah Putih Bidang IV di Rumah Jabatan Gubernur Siranindi, Rabu (2/9).

“Sulawesi Tengah memang salah satu penghasil listrik terbesar. Kita memiliki PLTA Poso yang mampu menghasilkan energi listrik hingga 515 megawatt dan sedang dikembangkan kembali. Di Sigi juga sedang dibangun PLTA dengan kapasitas besar. Ini menunjukkan bahwa Sulawesi Tengah siap menyambut masa depan energi terbarukan,” ujar Anwar Hafid.

Menurutnya, potensi tersebut perlu diikuti dengan kesadaran masyarakat dalam menggunakan energi secara bijak. Pengembangan sumber energi baru dan terbarukan, kata dia, harus berjalan beriringan dengan upaya efisiensi energi di tingkat rumah tangga maupun lingkungan pemerintahan.

Anwar Hafid menilai kebiasaan hemat energi merupakan bagian dari investasi untuk menjaga ketersediaan energi bagi generasi mendatang.

“Menghemat energi hari ini sama dengan kita berinvestasi untuk mewariskan energi di masa yang akan datang. Energi akan habis, kecuali energi terbarukan yang sekarang terus digencarkan pemerintah,” katanya.

Ia pun mengajak masyarakat memulai penghematan energi dari hal-hal sederhana, seperti mematikan lampu dan peralatan listrik ketika tidak digunakan serta memanfaatkan cahaya matahari pada siang hari.

Anwar Hafid mengatakan penerapan kebiasaan hemat energi juga telah dilakukan di Rumah Jabatan Gubernur dengan memaksimalkan penggunaan cahaya matahari pada siang hari untuk mengurangi pemakaian listrik.

“Di masa efisiensi seperti sekarang, hemat energi menjadi penting. Kita harus membiasakan diri menggunakan energi sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Seruni Kabinet Merah Putih Bidang IV, Sri Suparni Bahlil, mengatakan penghematan energi perlu dibangun menjadi kebiasaan yang dimulai dari lingkungan keluarga.

Ia menilai perempuan, khususnya para ibu, memiliki peran penting dalam membentuk budaya hemat energi di rumah.

“Mari kita jadikan hemat energi menjadi gaya hidup kita. Hemat energi tidak berarti mengurangi kenyamanan, tetapi menggunakan listrik dan berbagai peralatan secara bijak, sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan,” kata Sri Suparni.

Ia menambahkan, kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya Seruni Kabinet Merah Putih untuk mendukung program pemerintah di bidang energi, termasuk pengembangan energi baru dan terbarukan serta perluasan akses listrik bagi masyarakat.**