PARIMO, MAL – Akses Trans Sulawesi di Desa Peningka, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, kembali dibuka setelah jembatan darurat (Bailey) rampung dipasang. Namun, kendaraan dengan muatan di atas 20 ton dilarang melintas untuk menjaga keamanan jembatan sementara tersebut.
Pemasangan jembatan Bailey diselesaikan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah pada Sabtu (29/8), setelah jembatan di jalur Trans Sulawesi tersebut terdampak banjir bandang.
Kepala BPJN Sulawesi Tengah Bambang Reza mengatakan jembatan darurat tersebut hanya diperuntukkan bagi kendaraan dengan kapasitas muatan maksimal 20 ton.
“Beban jembatan Bailey kami pasang di jalur Trans Sulawesi hanya untuk kendaraan berkapasitas muatan 20 ton. Pemasangan jembatan darurat itu sudah selesai pada Sabtu (29/8),”ungkapnya saat dihubungi, Senin(31/8).
Meski jembatan sudah dapat digunakan, BPJN masih melakukan sejumlah pekerjaan di sekitar lokasi. Penataan oprit jembatan yang tergerus banjir serta pembersihan material longsor dan sisa banjir di sepanjang ruas jalan terdampak masih terus dilakukan.
Bambang mengatakan, BPJN juga telah mengusulkan penanganan permanen jembatan tersebut kepada Kementerian Pekerjaan Umum untuk dilaksanakan pada 2027.
Sementara itu, Kepala BPBD Parimo Moh Rivai mengatakan akses transportasi di Desa Peningka mulai kembali pulih. Kendaraan dapat melintas melalui jembatan Bailey secara bergantian.
Pengaturan lalu lintas dan pengamanan di lokasi dilakukan dengan melibatkan personel TNI dan Polri guna memastikan kendaraan melintas dengan aman.
Selain pemulihan akses transportasi, penanganan dampak banjir juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga. BPBD Parimo bersama BPBD Provinsi Sulawesi Tengah mengerahkan satu unit mobil tangki air ke Desa Peningka untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD juga melakukan survei terhadap jaringan pipa air bersih yang putus akibat banjir. Sementara itu, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu melakukan normalisasi sungai.
Di Desa Laemanta Induk, PMI Parimo mengerahkan satu unit mobil tangki air dan TRC BPBD mendirikan tenda posko.
BPJN juga masih membersihkan material banjir dan longsor di ruas Trans Sulawesi dari Desa Labuan Donggulu hingga Desa Laemanta Induk. Satu unit ekskavator BPBD Parimo disiapkan untuk mendukung normalisasi sungai di Desa Labuan Donggulu.
“Penanganan terus dilakukan secara terpadu guna memenuhi kebutuhan masyarakat serta mempercepat pemulihan akses dan infrastruktur yang terdampak banjir,”pungkasnya.
