PARIMO, MAL – Jembatan di jalur Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Peningka, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), amblas diterjang banjir pada Jumat (28/8).

Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah dengan sigap memulai pembangunan jembatan darurat pada Sabtu (29/8) untuk memulihkan akses yang vital ini.

Insiden ini menyebabkan terputusnya jalur utama penghubung antarprovinsi tersebut. Antrean panjang kendaraan roda empat dari arah utara dan selatan terjadi sejak Jumat malam.

Sejumlah pengendara bahkan terpaksa menginap di lokasi karena tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat jembatan amblas ini.

Selain kerusakan jembatan, hujan lebat yang mengguyur Kecamatan Kasimbar sejak Jumat pagi juga memicu banjir dan sejumlah titik longsor. Luapan sungai masuk ke permukiman warga, sementara material longsoran berupa batu, kayu, dan tanah menutup beberapa ruas jalan.

“Jalur itu satu-satunya jalur utama penghubung antarprovinsi, sehingga kendaraan melintas terpaksa terhenti,” kata Kepala BPBD Parimo, Moh Rivai.

Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah mengerahkan satu unit ekskavator untuk mempercepat penanganan, termasuk membersihkan enam titik longsor yang sempat melumpuhkan arus lalu lintas. Titik longsor cukup parah berada di perbatasan Desa Peningka dan Desa Laemanta.

Berdasarkan catatan BPBD Parimo, total 188 kepala keluarga (KK) terdampak banjir. Rinciannya meliputi 34 KK di Desa Laemanta, 81 KK di Desa Laemanta Utara, dan 73 KK di Desa Labuan Donggulu.

Sementara itu, data warga terdampak di Desa Peningka masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan menyusul kejadian jembatan amblas Parimo ini.