SIGI, MAL – Empat rumah warga di Desa Sidera, Kabupaten Sigi, mengalami kerusakan berat dan ringan setelah sambungan pipa air Pasigala terlepas pada Jumat (28/8/2026).
Air bertekanan tinggi yang keluar dari sambungan pipa tersebut menerjang permukiman warga. Lumpur, pasir, dan kerikil ikut terbawa arus hingga menyebabkan kerusakan pada bangunan maupun sejumlah barang rumah tangga.
Salah seorang warga terdampak, Dr. Ali Akrab, dosen Fakultas Pertanian Universitas Tadulako (Untad), mengatakan rumahnya berada tepat berhadapan dengan lokasi pipa air tersebut.
Saat kejadian, dirinya sedang berada di rumah dan mengajar mahasiswa melalui pertemuan daring atau Zoom.
“Tiba-tiba terdengar suara berdesis. Saya kira suara apa. Kemudian keluar kepulan seperti asap putih. Saya sempat berpikir ada gardu listrik yang terbakar. Tidak lama kemudian terdengar suara air muncrat. Pertama yang keluar lumpur, kemudian disusul air bercampur pasir dan kerikil,” ujar Dr. Ali Akrab kepada media ini, Sabtu (29/8/2026), di kediamannya di Desa Sidera, Kabupaten Sigi.
Menurut Ali, derasnya air yang keluar dari pipa tersebut menghantam rumahnya hingga menyebabkan kerusakan cukup parah.
Teras rumahnya mengalami kerusakan. Lantai teras terangkat, sementara bagian atap teras ambruk akibat kuatnya hantaman air.
Tidak hanya rumahnya, tiga rumah milik saudaranya yang berada berdekatan juga ikut terdampak.
“Barang-barang rumah tangga juga banyak yang rusak dan tidak bisa digunakan lagi, seperti lemari, AC, dan kasur. Di rumah saya, garasi mobil sudah rubuh dan tidak bisa digunakan. Atap teras depan juga rubuh, sementara lantai teras terangkat,” jelasnya.
Pascakejadian, air sempat menggenangi bagian dalam rumah warga. Ketinggian genangan bahkan dilaporkan mencapai di atas lutut orang dewasa.
Ali mengatakan, peristiwa lepasnya sambungan pipa air tersebut bukan pertama kali terjadi. Kejadian serupa sebelumnya pernah terjadi pada awal tahun 2026, namun dampaknya tidak separah kejadian yang berlangsung pada Jumat kemarin.
“Awal tahun pernah juga sambungan pipa air Pasigala ini lepas, tetapi waktu itu airnya tidak keluar lama karena cepat ditangani. Kejadian kali ini jauh lebih parah,” ungkapnya.
Sementara itu, Jumiati, adik dari Dr. Ali Akrab, mengatakan pipa air Pasigala tersebut bersumber dari saluran air yang berasal dari Desa Saluki.
Menurutnya, kejadian berlangsung kurang lebih selama dua jam, mulai sekitar pukul 10.30 Wita hingga pukul 12.30 Wita.
“Empat rumah yang mengalami kerusakan sudah dikunjungi oleh pihak Balai Wilayah Sungai atau BWS. Pihak BWS menyatakan siap mengganti kerugian akibat kerusakan yang dialami warga. Mereka sudah dua kali datang melakukan survei. Tadi juga datang bersama tukang untuk melihat langsung kerusakan,” ujarnya.
Selain pihak BWS, pascakejadian aparat pemerintah mulai dari pemerintah desa, kecamatan hingga kepolisian setempat juga telah meninjau langsung lokasi.
Pihak terkait disebut telah melakukan koordinasi untuk menangani dampak kerusakan yang dialami warga serta mencegah kejadian serupa kembali terulang.
