PALU, MAL – Kontingen Karate-Do Gojukai Sulawesi Tengah berhasil membawa pulang tiga medali dari Kejuaraan Nasional Karate-Do Gojukai Piala Jaksa Agung Republik Indonesia III Tahun 2026 yang berlangsung di GOR Ciracas, Jakarta, pada 25–27 Agustus 2026.

Dengan kekuatan lima atlet, satu pelatih, dua wasit, dan satu manajer, kontingen Karate Gojukai Sulawesi Tengah meraih satu emas, satu perak, dan satu perunggu, menyamai perolehan medali Gorontalo.

Prestasi tertinggi bagi Karate Gojukai Sulawesi Tengah dipersembahkan oleh Muh. Rafli yang berhasil merebut medali emas pada kelas kumite -84 kg. Sementara itu, Achmad Hamzah menyumbangkan medali perak, dan Rizky Bakti Tandai melengkapi pencapaian kontingen dengan medali perunggu.

Hasil tiga medali dari hanya lima atlet ini menunjukkan efektivitas kontingen dalam menghadapi persaingan nasional yang ketat dan menjadi modal penting untuk memperkuat pembinaan atlet Gojukai di daerah.

Kejuaraan ini mempertemukan kontingen Gojukai dari berbagai daerah di Indonesia. Data rekapitulasi resmi memperlihatkan persaingan yang kuat, dengan Sulawesi Selatan tampil dominan mengumpulkan 44 emas, 30 perak, dan 40 perunggu, disusul DKI Jakarta dan Sumatera Selatan.

Di tengah dominasi kontingen-kontingen besar tersebut, keberhasilan Karate Gojukai Sulawesi Tengah meraih tiga medali merupakan capaian signifikan mengingat daerah ini hanya menurunkan lima karateka.

Kejurnas Gojukai Piala Jaksa Agung III juga memiliki makna lebih luas daripada sekadar kompetisi.

Dalam sambutannya pada pembukaan 25 Agustus 2026, Jaksa Agung RI Burhanuddin, selaku Ketua Dewan Pembina PB Gojukai Indonesia, menegaskan bahwa kejuaraan tersebut merupakan bagian dari momentum memperingati Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81.

Ia menempatkan kejuaraan sebagai wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, sportivitas, dan kecintaan kepada tanah air, bukan semata arena mencari pemenang.

Capaian kontingen Sulawesi Tengah bahkan tidak berhenti pada podium atlet. Dua wasit Gojukai Sulawesi Tengah berhasil meningkatkan kualifikasi dengan memperoleh lisensi Juri A Kumite dan Juri B Kata.

Hasil ini memiliki arti strategis bagi organisasi karena memperkuat sumber daya perangkat pertandingan di daerah.

Pentingnya kualitas wasit dan juri juga menjadi perhatian khusus Jaksa Agung dalam sambutannya, dengan menekankan objektivitas, kejujuran, keadilan, dan transparansi sebagai fondasi integritas pertandingan.

Kontingen Sulawesi Tengah mendapat dukungan dari berbagai unsur pemerintah dan organisasi olahraga daerah, antara lain Wali Kota Palu Hadianto Rasyid, Bupati Parigi Moutong, KONI Provinsi Sulawesi Tengah, Pengprov FORKI Sulawesi Tengah, serta Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah.

Dukungan lintas lembaga tersebut menjadi energi penting bagi kontingen yang membawa nama Sulawesi Tengah di tengah persaingan karate tingkat nasional.

Perhatian khusus juga diberikan jajaran Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah. Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Imanuel Rudy Pailang, menyempatkan diri menyambangi langsung kontingen Sulawesi Tengah di GOR Ciracas, Jakarta.

Kehadiran Wakajati di arena menjadi suntikan motivasi bagi atlet, pelatih, wasit, dan jajaran kontingen sekaligus menunjukkan dukungan terhadap pembinaan olahraga prestasi di Sulawesi Tengah.

Kontingen dipimpin Ketua Umum Gojukai Komda Sulawesi Tengah, Dr. M. Nur Alamsyah, selaku manajer kontingen dan Dewan Guru Daerah Gojukai Sulawesi Tengah.

Capaian tiga medali dan sekaligus peningkatan lisensi dua wasit memiliki nilai tersendiri bagi Gojukai Sulteng. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ukuran kontingen bukan satu-satunya penentu prestasi ketika ditopang pembinaan, kesiapan atlet, dan soliditas tim.

“Hasil ini memperkuat fondasi organisasi untuk jangka panjang,” kata Dr. M. Nur Alamsyah, Ketua Umum Gojukai Komda Sulawesi Tengah.

Kata dia, tantangan berikutnya adalah menjadikan capaian di Jakarta bukan sebagai puncak, melainkan pijakan untuk memperluas pembinaan atlet, meningkatkan jam terbang, memperkuat kualitas pelatih dan wasit, serta mempersiapkan karateka Sulawesi Tengah untuk berbicara lebih jauh pada kejuaraan nasional maupun internasional yang merupakan obsesi dan cita-cita Presiden Gojukai Indonesia Dr. Leonard Eben Ezer Simanjuntak. ***