POSO, MAL – Majelis Taklim An-Nahdla Kabupaten Poso bekerja sama dengan Institut Mosintuwu menggelar Pelatihan Kaderisasi Dai Nusantara (Kader Danu) di Ancyra Hotel Poso mulai Jumat, 21 Agustus hingga 23 Agustus. Pelatihan Kaderisasi Dai Poso ini bertujuan memperkuat peran tokoh agama sebagai pelopor dakwah Islam yang rahmatan lil alamin demi menjaga perdamaian di Poso.
Kegiatan Pelatihan Kaderisasi Dai Poso ini diikuti oleh peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Poso. Acara pembukaan dihadiri oleh Wakil Bupati Poso Soeharto Kandar, jajaran Kementerian Agama Poso, perwakilan Kepolisian Resor Poso, Komando Distrik Militer 1307 Poso, serta unsur terkait lainnya.
Direktur Institut Mosintuwu, Lian Gogali, menyoroti arti penting kerja dakwah An-Nahdla bagi kehidupan sosial masyarakat Poso, terutama dalam memelihara nilai-nilai perdamaian.
“Kami melihat apa yang dilakukan komunitas An-Nahdla sebagai sesuatu yang sangat penting. Kami punya harapan besar agar identitas Islam rahmatan lil alamin di Poso terus terjaga dan perdamaian bisa berkelanjutan,” kata Lian Gogali.
Menurut Lian, gerakan dakwah yang mengedepankan kasih sayang dan perdamaian harus terus diperkenalkan kepada masyarakat. “Kami berharap model seperti itu dapat berkembang, sehingga wajah Islam Poso semakin dikenal melalui pesan-pesan kedamaian,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Poso Soeharto Kandar menekankan bahwa kaderisasi dai tidak hanya harus meningkatkan kemampuan berbicara di hadapan jemaah. Lebih dari itu, seorang dai juga harus memiliki karakter, wawasan keagamaan, akhlak, serta pemahaman yang mendalam terhadap kondisi sosial masyarakat.
“Seorang dai tidak hanya dituntut mampu menyampaikan ajaran agama, tetapi harus mampu membaca keadaan, mendengarkan persoalan umat, membangun komunikasi yang baik, dan menghadirkan solusi dengan penuh kebijaksanaan,” ujar Soeharto Kandar.
Soeharto Kandar juga menambahkan, perbedaan pemahaman hendaknya disikapi dengan wawasan yang luas agar dakwah menjadi sumber keteduhan dan penguat persaudaraan di tengah masyarakat.
“Jadilah pendakwah yang moderat, terbuka, dan bijaksana dalam menyikapi keberagaman,” tandasnya, mengakhiri sambutannya pada Pelatihan Kaderisasi Dai Poso.
