PHILADELPHIA, MAL – Islam Makhachev kembali menunjukkan dominasinya di UFC. Petarung asal Rusia itu mengalahkan Ian Machado Garry melalui unanimous decision dalam main event UFC 330 di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia, Sabtu malam waktu setempat atau Ahad (16/8) WIB.

Makhachev menang dengan skor 49-46, 49-46, dan 48-47 dari tiga juri.

Kemenangan tersebut sekaligus menggagalkan upaya Garry merebut sabuk juara kelas welter UFC. Makhachev pun berhasil mempertahankan gelarnya untuk pertama kalinya sejak menjadi juara di kelas tersebut.

Tak hanya mempertahankan sabuk, kemenangan atas Garry juga membawa Makhachev mencatat sejarah baru dengan 17 kemenangan beruntun di UFC, melewati catatan 16 kemenangan beruntun milik legenda UFC, Anderson Silva.

Secara keseluruhan, Makhachev kini memperbaiki rekor profesionalnya menjadi 29 kemenangan dan satu kekalahan. Sementara Garry harus menerima kekalahan kedua dalam karier profesionalnya dengan rekor menjadi 17-2.

Pertarungan berjalan cukup kompetitif pada dua ronde awal. Garry mampu memanfaatkan keunggulannya dalam pertarungan jarak jauh melalui jab, pergerakan kaki dan pukulan lurus.

Petarung asal Irlandia tersebut berusaha menjaga pertarungan tetap berdiri untuk menghindari permainan grappling Makhachev.

Namun, memasuki ronde ketiga, Makhachev mulai mengubah jalannya pertarungan.

Makhachev lebih konsisten menekan Garry menuju pagar oktagon sebelum membawa pertarungan ke kanvas. Kontrol posisi, tekanan dari atas dan serangan jarak dekat membuat Makhachev perlahan mengambil alih pertarungan.

Pada ronde keempat, dominasi grappling Makhachev semakin terlihat. Ia mampu mempertahankan posisi dan membatasi ruang gerak Garry untuk mengembangkan permainan striking-nya.

Garry masih memberikan perlawanan pada ronde kelima. Ia berusaha kembali bertarung dalam jarak berdiri dan membuat pertarungan tetap kompetitif hingga bel terakhir berbunyi.

Namun, kontrol dan efektivitas grappling Makhachev cukup untuk meyakinkan ketiga juri memberikan kemenangan kepadanya.

Berdasarkan statistik pertandingan, Makhachev juga unggul dalam jumlah serangan. Ia mencatat 61 dari 92 total serangan, sedangkan Garry mencatat 34 dari 67.

Untuk significant strikes, Makhachev membukukan 43 dari 70, berbanding 19 dari 48 milik Garry.

Makhachev juga mencatat waktu kontrol selama 3 menit 2 detik, sementara Garry tidak mencatat waktu kontrol.

Hasil tersebut memperlihatkan perbedaan pendekatan kedua petarung.

Garry lebih berbahaya ketika mampu menjaga jarak dan memanfaatkan kecepatan serta pergerakan kakinya. Sebaliknya, Makhachev berhasil memaksakan pertarungan ke area yang menjadi kekuatannya melalui tekanan, takedown, kontrol pagar dan grappling.

Dengan kemenangan tersebut, Makhachev bukan hanya mempertahankan sabuk kelas welter, tetapi juga memperpanjang dominasinya di UFC.

Garry gagal mewujudkan mimpinya merebut gelar. Makhachev justru pulang membawa sabuk sekaligus rekor baru dalam sejarah UFC. *