DONGGALA, MAL – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Donggala memanen sekitar 40 kilogram ikan lele hasil budidaya Warga Binaan, Selasa (11/8/2026).

Panen tersebut merupakan bagian dari program pembinaan ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Hasil panen selanjutnya diserahkan kepada vendor penyedia bahan makanan dapur Rutan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi Warga Binaan.

Selain memanen ikan, Warga Binaan juga melakukan pembersihan kolam dan perawatan sarana budidaya untuk menjaga kualitas air serta memastikan keberlanjutan produksi.

Petugas Dapur Rutan Donggala, Muchlis, mengatakan proses panen dilakukan dengan memperhatikan ukuran dan kelayakan ikan untuk dikonsumsi.

“Proses panen hari ini berjalan lancar. Kami sangat memperhatikan kualitas dan ukuran ikan, memastikan semuanya layak konsumsi sebelum diserahkan ke vendor,” ujarnya.

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Donggala, Mursal, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, budidaya ikan lele tidak sekadar menjadi aktivitas pengisi waktu, tetapi bagian dari pembinaan kemandirian untuk membekali Warga Binaan dengan keterampilan kerja.

“Program budidaya ikan lele ini bukan sekadar mengisi waktu luang, tetapi inti dari pembinaan kemandirian. Kami ingin membentuk karakter Warga Binaan agar lebih disiplin dan memiliki keterampilan kerja yang nyata,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh aktivitas di area budidaya tetap berada dalam pengawasan petugas untuk memastikan keamanan dan ketertiban Rutan.

Rutan Donggala berkomitmen mengembangkan pembinaan kemandirian di bidang perikanan secara rutin dan berkelanjutan. Selain menjadi bekal keterampilan bagi Warga Binaan setelah bebas, optimalisasi budidaya ikan juga diharapkan mendukung program ketahanan pangan nasional.**