MOROWALI, MAL – Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf bergerak cepat mengantisipasi ancaman kekeringan lahan persawahan menjelang musim kemarau.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni pengerukan sedimentasi di Bendung Karaupa. Penanganan tersebut dilakukan untuk memastikan aliran air menuju jalur irigasi tetap lancar dan kebutuhan air bagi persawahan masyarakat di bagian hilir tetap terjaga.
“Hari ini kita turun lapangan melihat bagaimana mengeruk sedimen yang ada di Bendung Karaupa. Karena kalau kondisi ini dibiarkan, sawah-sawah yang ada di bawah bisa mengalami kekeringan,” kata Iksan saat meninjau langsung lokasi, Senin (10/8).
Menurutnya, pengerukan dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang akan berlangsung di wilayah Morowali.
Sedimentasi yang menumpuk dinilai dapat menghambat aliran air sungai menuju saluran irigasi. Karena itu, pemerintah daerah memilih melakukan penanganan lebih awal agar debit air yang masuk ke jalur irigasi dapat kembali optimal.
“Kita lihat sekarang mulai membaik. Ini juga mau menghadapi musim kemarau, jadi kita berinisiatif melakukan langkah-langkah perbaikan supaya aliran sungainya makin deras dan turun ke jalur irigasi,” ujarnya.
Iksan mengatakan proses pengerukan diperkirakan berlangsung selama sekitar empat hari. Selama pengerjaan, air di sekitar lokasi kemungkinan menjadi keruh.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kondisi tersebut selama proses penanganan berlangsung.
Penanganan sedimentasi itu dilakukan bersama jajaran camat, anggota DPRD, Dinas Pekerjaan Umum serta sejumlah pihak terkait.
“Ini adalah langkah percepatan supaya semua bisa beres. Karena kalau dibiarkan bisa bermasalah nantinya. Bisa-bisa sawah masyarakat kita di bawah tidak kebagian air,” tegasnya.
Bendung Karaupa pada dasarnya merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Namun, melihat kondisi di lapangan serta potensi dampaknya terhadap sektor pertanian masyarakat, Pemerintah Kabupaten Morowali memilih tidak menunggu persoalan berkembang lebih jauh.
Iksan mengatakan pihaknya mempercepat komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait agar penanganan sedimentasi dapat segera dilakukan.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat kebutuhan air untuk persawahan akan semakin krusial memasuki musim kemarau.
Pemkab Morowali memastikan penanganan di lapangan terus dikawal agar aliran air menuju lahan persawahan tetap terjaga dan potensi gangguan terhadap produksi pertanian masyarakat dapat ditekan.
Dengan pengerukan tersebut, Pemkab Morowali berharap jalur aliran air kembali optimal sehingga persawahan masyarakat di bagian hilir tetap mendapatkan pasokan air selama musim kemarau. *
