PALU, MAL – Ketua Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, menegaskan bahwa penguatan ketahanan keluarga sebagai fondasi utama dalam menghadapi beragam tantangan sosial.

Pernyataan ini disampaikan Bunda Wiwik, sapaan akrabnya, saat menggelar reses di Kelurahan Lolu Selatan, Kota Palu, pada Rabu (29/07).

Sekretaris Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah ini menekankan bahwa keluarga merupakan benteng pertama dalam membentuk karakter generasi muda. Fokus pada penguatan ketahanan keluarga menjadi sangat penting di tengah kondisi saat ini.

Dalam sesi dialog bersama masyarakat, Bunda Wiwik menyoroti berbagai persoalan sosial yang memerlukan perhatian serius. Isu-isu tersebut meliputi penyalahgunaan narkoba, tingginya angka perceraian, pernikahan usia anak, hingga pengaruh penggunaan media sosial terhadap remaja.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun ketahanan rumah tangga. Orang tua harus hadir, mengawasi anak-anak, termasuk memberikan aturan dalam penggunaan telepon genggam agar tidak berlebihan,” kata Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga DPW PKS Sulawesi Tengah.

Menurut Bunda Wiwik, pengawasan orang tua terhadap aktivitas digital anak menjadi semakin vital seiring perkembangan teknologi informasi. Kemudahan akses berbagai konten melalui internet membutuhkan peran aktif orang tua untuk menjaga ketahanan keluarga dari pengaruh negatif.

Sekretaris Kaukus Perempuan Parlemen Sulawesi Tengah ini juga mengajak para orang tua untuk senantiasa memperkuat komunikasi di dalam keluarga.

Langkah ini diharapkan dapat mencegah anak mencari referensi atau lingkungan pergaulan yang berpotensi membawa dampak negatif bagi mereka.

Lebih lanjut, Bunda Wiwik menyampaikan bahwa Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah sedang membahas sejumlah agenda terkait penanganan persoalan sosial, termasuk upaya menanggulangi penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, terdapat rencana penyusunan kajian akademik sebagai bagian dari proses pembentukan rancangan peraturan daerah mengenai penanganan LGBT.

“Semua ini kami lakukan sebagai bagian dari upaya melindungi keluarga dan generasi muda. Ketahanan keluarga harus menjadi benteng pertama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkembang saat ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan reses tersebut, Bunda Wiwik juga menyoroti tingginya angka perceraian. Ia menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis di dalam rumah tangga.

Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak menjadi salah satu kunci untuk mencegah berbagai persoalan sosial sejak dini.

Ia mengimbau para orang tua untuk lebih aktif mendampingi anak-anak mereka, mengenal lingkungan pergaulannya, serta mengawasi penggunaan media sosial secara bijak guna menjaga ketahanan keluarga.

Reses berlangsung interaktif, di mana warga menyampaikan beragam aspirasi. Masyarakat berharap persoalan sosial yang berkembang dapat ditangani melalui sinergi antara pemerintah, DPRD, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan terutama keluarga sebagai institusi pertama dalam pembinaan karakter generasi penerus. ***