MOROWALI, CS – Pesatnya pertumbuhan kawasan industri di Kabupaten Morowali turut meningkatkan kompleksitas persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Morowali yang dipimpin Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, di Aula Kantor Bupati Morowali, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Kamis (1/10).

Dalam rakor tersebut, pemerintah daerah bersama unsur Forkopimda membahas situasi Kamtibmas serta sejumlah persoalan yang berkaitan dengan kawasan industri, termasuk kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dan wilayah penyangga.

Wakil Bupati Iriane Iliyas mengatakan, Morowali saat ini telah berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan kawasan industri strategis nasional. Perkembangan tersebut, kata dia, diikuti tantangan keamanan yang semakin kompleks.

“Pesatnya pembangunan dan investasi di Morowali membuat tantangan keamanan semakin kompleks. Untuk menjawab tantangan tersebut, kita membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Iriane.

Menurutnya, stabilitas keamanan merupakan salah satu prasyarat penting bagi keberlangsungan investasi, aktivitas industri, pembangunan, maupun pelayanan publik di daerah.

Karena itu, pemerintah daerah bersama aparat keamanan dan seluruh pemangku kepentingan perlu memperkuat koordinasi, terutama dalam mengantisipasi potensi gangguan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Sejumlah isu menjadi fokus pembahasan dalam rakor tersebut. Di antaranya situasi Kamtibmas secara umum, termasuk upaya deteksi dini dan cegah dini terhadap potensi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan (ATHG) di tengah masyarakat.

Perhatian juga diarahkan pada keamanan kawasan industri, khususnya penguatan koordinasi pengamanan di kawasan PT IMIP dan kawasan penyangga.

Selain aspek keamanan, rakor turut membahas antisipasi potensi konflik ketenagakerjaan serta berbagai isu sosial kemasyarakatan yang dapat memengaruhi kondusivitas kawasan industri.

Penguatan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) hingga tingkat kecamatan dan desa juga menjadi bagian dari pembahasan. Forum tersebut diharapkan dapat mendorong keterlibatan masyarakat dalam mendeteksi dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.

Di sisi lain, sinergitas kelembagaan juga menjadi perhatian, termasuk peningkatan kapasitas sarana dan prasarana pendukung aparat keamanan.

Hal itu sejalan dengan peresmian lima fasilitas Polres Morowali oleh Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Nasri, beberapa waktu lalu.

Iriane berharap, rakor Forkopimda tidak berhenti pada koordinasi antarlembaga, tetapi menghasilkan kesamaan persepsi dan langkah konkret dalam menjaga stabilitas daerah.

“Peresmian fasilitas baru di Polres Morowali diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat serta memperkuat sinergitas dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Morowali,” katanya.

Rakor tersebut dihadiri Ketua DPRD Morowali Herdianto Marsuki, Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini, unsur TNI, Kejaksaan Negeri Morowali, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), sejumlah pimpinan OPD terkait serta tamu undangan lainnya. **