WASHINGTON, MAL – NASA menampilkan visualisasi rinci arus laut global yang memperlihatkan jalur-jalur arus utama, pusaran raksasa, serta pergerakan massa air yang saling terhubung layaknya jaringan sungai dan jalan raya bawah laut. Visualisasi yang dirilis melalui NASA Goddard Space Flight Center itu menggunakan data model ECCO untuk menggambarkan bagaimana lautan Bumi terus bergerak memindahkan panas, karbon, nutrien, dan organisme ke berbagai wilayah dunia.

Visualisasi berjudul “An Ocean in Motion: NASA’s Mesmerizing View of Earth’s Underwater Highways” pertama kali dirilis pada 28 Februari 2025 dan hingga kini masih menjadi salah satu rujukan utama NASA dalam menjelaskan dinamika arus laut global.

Dalam tayangan tersebut, arus permukaan ditampilkan dengan warna putih, sedangkan arus laut dalam divisualisasikan dengan warna biru. Pendekatan ini memungkinkan publik melihat struktur sirkulasi laut yang sulit diamati secara langsung.

NASA menjelaskan bahwa visualisasi tersebut dibangun menggunakan data dari model Estimating the Circulation and Climate of the Ocean (ECCO).

“This data visualization showing ocean currents around the world uses data from NASA’s ECCO model, or Estimating the Circulation and Climate of the Ocean,” demikian keterangan resmi NASA.

Model ECCO menggabungkan data satelit, ribuan sensor mengambang, buoy, serta berbagai instrumen pengamatan laut lainnya. Sistem tersebut memanfaatkan ratusan juta pengukuran nyata dan hukum fisika untuk merekonstruksi sirkulasi laut secara berkelanjutan.

“By applying the laws of physics to data from multiple satellites and thousands of floating sensors, NASA scientists and their collaborators built ECCO to be a realistic, detailed, and continuous ocean model that spans decades,” tulis NASA.

Menurut NASA, proyek ECCO menghasilkan model yang menjadi rekonstruksi terbaik terhadap kondisi lautan global selama sekitar 30 tahun terakhir.

“The project provides models that are the best possible reconstruction of the past 30 years of the global ocean,” tulis NASA.

Visualisasi tersebut menyoroti sejumlah arus laut utama dunia, termasuk Gulf Stream di Samudra Atlantik, Agulhas Current di sekitar Afrika bagian timur, dan Kuroshio Current di kawasan Pasifik Barat dekat Jepang.

NASA menyebut Gulf Stream merupakan salah satu arus laut paling kuat di dunia.

“By the volume of water it moves, the Gulf Stream is the largest of the western boundary currents, transporting more water than all the planet’s rivers combined,” jelas NASA.

Sementara itu, Kuroshio Current disebut membawa volume air yang sangat besar.

“The Kuroshio carries over 200 times more water than the world’s largest river, the Amazon,” demikian penjelasan dalam transkrip video NASA.

NASA juga menggambarkan lautan sebagai sistem yang saling terhubung dan terus bergerak tanpa henti.

“The oceans, they are always on the move. Together, the ocean basins are like a big interconnected highway that transports nutrients, carbon and heat around the world,” tulis NASA dalam transkrip visualisasi tersebut.

Data ECCO tidak hanya digunakan untuk memahami arus laut, tetapi juga mendukung penelitian ekologi laut, biologi, kimia, transportasi panas, perpindahan nutrien, pergerakan organisme, hingga studi tumpahan minyak dan kontaminan. NASA menyebut lebih dari 100 makalah ilmiah setiap tahun memanfaatkan data dan analisis dari proyek tersebut.

Visualisasi ini diproduksi oleh tim scientific visualization NASA Goddard Space Flight Center dengan ilmuwan utama Josh Willis dari NASA Jet Propulsion Laboratory (JPL). Sejumlah visualizer yang terlibat antara lain Kathleen Gaeta Greer, Greg Shirah, dan Atousa Saberi.

Hingga 2026, visualisasi berbasis ECCO tersebut masih digunakan sebagai salah satu referensi penting untuk memahami bagaimana arus laut global berperan dalam sistem iklim dan lingkungan Bumi. ***