PALU, MAL – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Prof. Zainal Abidin, menilai Alkhairaat tetap memiliki peran strategis dalam menjaga moderasi beragama di Indonesia Timur.
Penilaian ini disampaikan menjelang Milad ke-99 organisasi Alkhairaat.
Menurut Prof. Zainal, warisan pemikiran pendiri Alkhairaat, Habib Idrus Salim Al-Jufri, menjadi fondasi kehidupan damai, rukun, dan toleran, khususnya di Sulawesi Tengah.
Kontribusi Alkhairaat dalam moderasi beragama telah menciptakan harmoni di tengah masyarakat.
Prof. Zainal Abidin mengucapkan selamat Milad ke-99 Alkhairaat. Dia berharap organisasi tersebut terus berkembang menyongsong satu abad pengabdiannya.
“Semoga di usia ke-99 ini, bahkan menjelang satu abad, Alkhairaat semakin berkembang, semakin cemerlang, dan menjadi pusat peradaban umat Islam di kawasan Indonesia Timur,” kata Ketua MUI Kota Palu itu, saat dihubungi di Palu pada Jumat (19/04).
Dia menegaskan, nilai-nilai moderasi beragama yang kini menjadi perhatian nasional telah lama dipraktikkan Alkhairaat melalui ajaran Islam rahmatan lil alamin. Kehidupan harmonis di Sulawesi Tengah tidak terpisahkan dari peran Alkhairaat.
Prof. Zainal mencontohkan sikap terbuka Habib Idrus Salim Al-Jufri.
“Beliau pernah mempercayakan seorang guru non-muslim mengajarkan ilmu Aljabar kepada para santri. Peristiwa itu dinilai sebagai simbol bahwa ilmu pengetahuan dapat diterima dari siapa pun, tanpa memandang latar belakang agama,” katanya.
Menurutnya, hal ini menunjukkan sikap moderat dan toleran. Selama yang diajarkan adalah ilmu pengetahuan, maka dapat diterima. Nilai seperti inilah yang diwariskan Alkhairaat.
Meski demikian, Prof. Zainal mengingatkan bahwa tantangan moderasi beragama kini semakin kompleks.
Penyebaran paham radikal dan intoleran tidak lagi hanya melalui lembaga pendidikan, tetapi juga memanfaatkan media sosial dan platform digital.
” Karena itu, Alkhairaat perlu memperkuat dakwah dan pendidikan berbasis teknologi. Langkah ini penting agar Alkhairaat mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Islam rahmatan lil alamin,” tutupnya

