MOROWALI, MAL – Penolakan masyarakat terhadap rencana pembangunan Yayasan Darul Ihsan di Kelurahan Lamberea, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, kembali mencuat.
Penolakan itu mengemuka saat tim verifikasi Pemerintah Kabupaten Morowali melakukan peninjauan lapangan, Selasa (30/6).
Tim verifikasi yang terdiri dari unsur Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Morowali, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Morowali, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Morowali turun ke lokasi sebagai tindak lanjut atas permohonan pembangunan yang diajukan pihak Yayasan Darul Ihsan.
Namun, kedatangan tim tersebut mendapat penolakan dari warga Kelurahan Lamberea. Masyarakat menyatakan tetap mempertahankan sikap menolak rencana pembangunan yayasan yang telah mereka suarakan sejak 2023.
Menurut warga, penolakan tersebut bukan merupakan sikap yang baru muncul. Sejak awal rencana pembangunan diajukan, masyarakat mengaku telah menyampaikan keberatan kepada pemerintah setempat agar tidak memberikan izin maupun rekomendasi terhadap pembangunan yayasan tersebut.
Warga menilai keberadaan yayasan itu dikhawatirkan dapat memicu keresahan sosial dan berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat apabila tetap direalisasikan.
Salah seorang warga Kelurahan Lamberea, Sahabudin Ende, mengatakan masyarakat tetap konsisten mempertahankan penolakannya karena menilai terdapat sejumlah hal yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi sosial dan adat istiadat masyarakat setempat.
“Sejak awal masyarakat Kelurahan Lamberea secara tegas menolak rencana pembangunan Yayasan Darul Ihsan. Kami telah menyampaikan kepada Pemerintah Kelurahan Lamberea agar tidak memberikan izin maupun rekomendasi atas rencana pembangunan tersebut. Penolakan ini didasari oleh kekhawatiran masyarakat bahwa keberadaan yayasan tersebut berpotensi menimbulkan keresahan dan konflik di tengah masyarakat,” ujar Sahabudin.
Ia berharap aspirasi masyarakat yang telah disampaikan selama beberapa tahun terakhir dapat menjadi perhatian pemerintah dan seluruh pihak terkait sebelum mengambil keputusan mengenai permohonan pembangunan yayasan tersebut.
Masyarakat juga meminta agar setiap kebijakan yang diambil mempertimbangkan kondisi sosial, keamanan, ketertiban, serta menjaga kerukunan dan keharmonisan warga di Kelurahan Lamberea.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Yayasan Darul Ihsan maupun Pemerintah Kabupaten Morowali terkait hasil verifikasi lapangan serta tindak lanjut atas penolakan masyarakat tersebut. **

