MAKASSAR, MAL – Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu bersama Universitas Negeri Makassar (UNM) berhasil meraih predikat Terbaik Satu Kategori Kolaborasi Kelembagaan pada Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) Tahun Anggaran 2025.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam Seminar Hasil Program Kosabangsa yang digelar Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) di Balai Sidang Muktamar Universitas Muhammadiyah Makassar, 18-19 Juni 2026.

Tim kolaborasi UNISA–UNM yang dipimpin dosen Fakultas Pertanian UNISA Palu, Spetriani, bersama Ketua Pendamping Prof. Dr. Ir. Bakhrani A. Rauf, MT, IPU dari UNM, berhasil meraih peringkat tertinggi pada kategori tersebut.

Program yang diusung berjudul “Program Kosabangsa Memberdayakan Masyarakat Nelayan Berbasis Teknologi untuk Pemulihan Ekonomi Pasca Gempa di Desa Pomululu, Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.”

Spetriani mengatakan, program tersebut dirancang sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pemulihan ekonomi nelayan pascabencana melalui penerapan teknologi tepat guna.

“Program ini menjadi upaya pemberdayaan masyarakat nelayan berbasis teknologi untuk mendukung pemulihan ekonomi pasca gempa,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pendamping UNM, Prof. Dr. Ir. Bakhrani A. Rauf, MT, IPU, menjelaskan bahwa program Kosabangsa yang dijalankan tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga mencakup inovasi sanitasi dan teknologi perikanan.

Ia menyebut, salah satu inovasi yang dikembangkan adalah sistem jamban keluarga terapung berbahan fiber yang terhubung ke septic tank komunal, sehingga lebih aman bagi lingkungan pesisir dan tidak mudah terpengaruh pasang air laut.

Selain itu, tim juga mengembangkan teknologi rompong berbasis energi surya dengan lampu celup warna untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan nelayan.

“Teknologi ini dirancang untuk membantu nelayan meningkatkan hasil tangkapan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” kata Bakhrani.

Program tersebut juga melibatkan pelatihan bagi keluarga nelayan, khususnya para istri, dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah seperti bakso ikan, nugget, dan abon ikan untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga.

Rektor UNISA Palu, Dr. Muhammad Yasin, S.E., M.P., menyambut baik capaian tersebut dan menyebutnya sebagai bukti konsistensi UNISA dalam pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, prestasi ini memperkuat posisi UNISA Palu sebagai salah satu perguruan tinggi dengan capaian unggul di bidang pengabdian masyarakat di wilayah LLDIKTI XVI.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNM, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum., turut memberikan apresiasi atas capaian tim kolaborasi tersebut yang dinilai memperkuat reputasi UNM di tingkat nasional dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Program Kosabangsa 2025 sendiri memberikan sejumlah penghargaan dalam berbagai kategori, mulai dari produk terbaik, video dokumentasi, dampak pemberdayaan, hingga kolaborasi kelembagaan.

Pada kategori Kolaborasi Kelembagaan Terbaik Satu, UNISA Palu bersama UNM berhasil unggul atas sejumlah perguruan tinggi lain dari berbagai daerah di Indonesia.