PALU, MAL – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang melanda wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Juni 2026, telah memicu 612 gempa susulan hingga Rabu, 17 Juni 2026.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi merinci total 1.652 rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa. Dari jumlah tersebut, 1.472 unit dikategorikan rusak ringan, 111 unit rusak sedang, dan 69 unit rusak berat.

Selain rumah warga, sejumlah fasilitas publik juga tak luput dari dampak guncangan. BPBD mencatat 9 kantor pemerintahan, 44 rumah ibadah (termasuk 10 masjid dan 34 gereja), serta 13 bangunan sekolah mengalami kerusakan. Data ini menambah daftar panjang kerusakan akibat gempa di wilayah tersebut.

Kecamatan Nokilalaki menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbesar. Di Desa Kamarora A, sebanyak 1.511 jiwa terdampak, sementara 377 jiwa lainnya berada di Desa Kamarora B. Upaya penanganan dan pendataan terus difokuskan di area-area prioritas ini.

“Hingga saat ini, proses pendataan masih terus dilakukan karena laporan dari sejumlah wilayah terdampak masih terus masuk ke posko BPBD,” kata Ahmad Yani, Kepala Bidang Bencana BPBD Sigi.

Ia menekankan bahwa angka kerusakan akibat gempa ini kemungkinan masih bisa bertambah.

“Status tanggap darurat bencana ditetapkan selama 7 hari terhitung sejak tanggal 17 Juni 2026 sampai dengan 23 Juni 2026,” kata Anwar Hafid, Gubernur Sulawesi Tengah.

Anwar Hafid juga menyatakan bahwa anggaran penanganan darurat akan diprioritaskan untuk pemenuhan kebutuhan dasar penyintas, meliputi air bersih, obat-obatan, dan tenda pengungsian.

“Saat ini, tim gabungan masih terus melakukan pendataan untuk memastikan seluruh bantuan tersalurkan secara merata di titik pengungsian,” tambahnya.

Penetapan status tanggap darurat oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Nomor 300.2.1/195/BPBD-C-ST/2026, berlaku mulai 17 hingga 23 Juni 2026. Pendanaan penanganan kerusakan gempa ini sepenuhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026.

Prioritas penggunaan dana mencakup penyediaan air bersih, obat-obatan, dan tenda pengungsian bagi warga terdampak. Hingga kini, bantuan darurat telah tersalurkan kepada 550 kepala keluarga yang terdampak gempa.