POSO – Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Poso melakukan wisata budaya dan religi dengan mengunjungi dua situs sejarah penting di Kabupaten Poso, Rabu (13/5).

Agenda tersebut menjadi bagian dari penguatan nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di wilayah itu.

Kegiatan dipimpin Ketua IAD Daerah Poso, Elsa Yos, didampingi Kepala Kejaksaan Negeri Poso, Yos A. Tarigan, SH, MH, M.IKom selaku Pengawas IAD Daerah Poso.

Rombongan pertama kali mengunjungi Masjid Al-Amin Mapane, setelah itu melanjutkan perjalanan ke situs sejarah GKST Jemaat Betesda Kasiguncu.

Dalam dialog di dua tempat ibadah tersebut, pengurus masjid dan pihak gereja memaparkan hubungan harmonis antara masyarakat Muslim Mapane dan komunitas Kristen Kasiguncu yang telah terjalin sejak lama.

Sejarah panjang hubungan sosial kedua komunitas dinilai menjadi bukti nyata toleransi dan perdamaian yang tetap terjaga di Kabupaten Poso hingga saat ini.

Kajari Poso Yos A. Tarigan mengatakan, wisata religi bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan perjalanan edukatif untuk memahami sejarah peradaban dan kerukunan di Tana Poso.

“Kita melihat bagaimana sejarah masuknya Kekristenan di Kasiguncu dan perkembangan Islam di Mapane berlangsung damai. Nilai-nilai sejarah ini penting dijaga bersama,” ujar Yos Tarigan.

Menurutnya, wisata religi juga menjadi sarana menanamkan wawasan kebangsaan dan perspektif kemanusiaan bagi seluruh anggota IAD Poso.

“Kami berharap kegiatan itu mampu memperkuat semangat persaudaraan internal IAD sekaligus mendorong anggota menjadi duta kerukunan di tengah masyarakat dengan meneladani nilai Sintuwu Maroso demi menjaga kedamaian di Bumi Poso,” pungkasnya.