SIGI – Organisasi Pencinta Alam Dolo (PALADO) menggelar kegiatan buka puasa bersama (bukber) yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Perempuan Sedunia (International Women’s Day) yang diperingati setiap 8 Maret.
Kegiatan tersebut juga diikuti dengan serah terima jabatan Ketua Umum Organisasi PALADO dari Mohamad Ramdhan kepada Muhammad Lutfi.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Sekretariat PALADO, tepatnya di area Wall PALADO Climbing Club di Desa Kotapulu, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, ini dihadiri oleh anggota PALADO perwakilan empat angkatan, Badan Pengawas Organisasi, anggota kehormatan, serta anggota muda.
Prosesi serah terima jabatan ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengurus Organisasi PALADO Tahun 2026 dari ketua sebelumnya (Muhammad Ramdhan) kepada ketua yang baru Muhammad Lutfi.
SK tersebut ditandatangani oleh lima Dewan Pendiri Organisasi PALADO, yakni Ruslin, Sahbib, Abd. Haris, Andi Aco, dan Hariman.
Prosesi ini juga disaksikan langsung oleh dua Dewan Pendiri yang hadir dalam kegiatan tersebut, yaitu Abd. Haris dan Hariman.
Dalam sambutannya, Muhammad Lutfi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota dan para senior yang selama ini terus memberikan dukungan terhadap keberlangsungan organisasi.
“Hingga saat ini Organisais PALADO yang telah memasuki usia ke-29 tahun masih terus eksis dan berkontribusi di bidang kepencintaalaman,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa momentum peringatan Hari Perempuan Sedunia menjadi pengingat penting bagi organisasi untuk terus mendorong kesadaran akan keterkaitan antara kesetaraan gender dan perlindungan lingkungan.
“Tidak akan terjadi kesetaraan gender tanpa kepedulian kita terhadap alam dan lingkungannya. Perempuan merupakan bagian penting dalam upaya perlindungan alam semesta ini. Karena itu, organisasi PALADO akan selalu berpihak pada perlindungan hak perempuan dan anak dari berbagai bentuk tindak kekerasan,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu Dewan Pendiri PALADO, Abd. Haris, menyampaikan harapan agar organisasi tetap menjaga kemandirian serta konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai kepencintaalaman yang telah menjadi fondasi sejak awal berdirinya organisasi tersebut.
“Organisasi ini lahir dari semangat kebersamaan dan kemandirian. Karena itu saya berharap pengurus dan anggota yang sekarang dapat terus menjaga semangat tersebut, agar PALADO tetap berdiri kuat, mandiri, dan konsisten dalam memperjuangkan kepedulian terhadap alam dan lingkungan,” ungkapnya.
Di sisi lain, perwakilan anggota senior perempuan Organisasi PALADO, Lia Somba, yang juga dikenal sebagai aktivis perempuan di Sulawesi Tengah, menegaskan bahwa peringatan Hari Perempuan Sedunia bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk terus memperjuangkan kesetaraan serta perlindungan terhadap perempuan dan anak.
“Hari Perempuan Sedunia adalah momentum untuk terus mengingatkan bahwa perempuan memiliki ruang dan peran yang sangat penting dalam berbagai sektor, termasuk dalam gerakan perlindungan lingkungan. Karena itu kita harus terus mendorong kesadaran bersama untuk melindungi perempuan dari berbagai bentuk kekerasan berbasis gender serta memastikan mereka memiliki kesempatan yang setara,” ujarnya. ***

