PALU – Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUAD) UIN Datokarama Palu menggelar Workshop Finalisasi Penyusunan Kurikulum Program Studi Berbasis Outcome Based Education (OBE) pada 11–12 Februari 2026 di Auditorium UIN Datokarama Palu.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan kurikulum setiap program studi selaras dengan pendekatan OBE yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan.

Workshop dibuka secara resmi oleh Dekan FUAD, Dr. H. Sidik, M.Ag., dan dihadiri para Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Jurusan, serta Koordinator Program Studi di lingkungan FUAD.

Kehadiran unsur pimpinan dan pengelola program studi tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam penguatan mutu akademik berbasis capaian.

Dalam sambutannya, Dekan FUAD menegaskan bahwa finalisasi kurikulum berbasis OBE merupakan tahap krusial dalam pengembangan mutu pendidikan di fakultas.

Ia mengingatkan bahwa kurikulum tidak boleh dipandang sekadar sebagai dokumen administratif, melainkan sebagai instrumen utama penjaminan kualitas proses pembelajaran.

“Melalui workshop ini, seluruh program studi di FUAD diharapkan mampu menyelaraskan kurikulum dengan prinsip Outcome Based Education secara komprehensif dan aplikatif. Kurikulum berbasis OBE menjadi fondasi dalam penyusunan RPS sekaligus bagian dari ikhtiar kita menuju akreditasi unggul,” ujarnya.

Selama dua hari pelaksanaan, suasana workshop berlangsung dinamis dan partisipatif. Para peserta mencermati kembali rumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dalam dokumen kurikulum.

Diskusi mengemuka ketika rumusan CPL diaktualisasikan ke dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS), terutama pada bagian-bagian yang memerlukan penyesuaian agar lebih presisi, operasional, dan terukur.

Materi hari pertama disampaikan oleh Kepala Pusat Penelitian Kurikulum Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Datokarama Palu yang diwakili Rafiq Badjeber, M.Pd.

Dalam pemaparannya, peserta memperoleh pendalaman teknis mengenai integrasi prinsip OBE ke dalam dokumen kurikulum serta strategi implementasinya dalam proses akademik.

Sementara itu, pada hari kedua, materi disampaikan oleh Dr. Muhammad Haramain, M.Sos.I., akademisi IAIN Parepare. Ia menekankan pentingnya keselarasan antara profil lulusan, CPL, struktur mata kuliah, hingga sistem evaluasi pembelajaran.

Menurutnya, setiap komponen kurikulum harus terhubung secara sistematis agar capaian pembelajaran dapat diukur dan dipertanggungjawabkan secara akademik.

Dari perspektif penjaminan mutu, workshop ini menjadi momentum penting untuk memastikan setiap mata kuliah memiliki alur pembelajaran yang selaras dengan capaian yang ditargetkan.

Penyusunan RPS berbasis OBE tidak hanya menata materi per pertemuan, tetapi juga menjamin kesesuaian antara tujuan pembelajaran, strategi perkuliahan, metode asesmen, hingga rubrik penilaian.

Dengan pendekatan tersebut, proses pembelajaran diarahkan untuk benar-benar menghasilkan kompetensi yang terukur pada diri mahasiswa.

Lebih jauh, prototipe RPS yang dihasilkan diharapkan memperkuat budaya mutu di setiap program studi. Model yang disusun secara kolektif memberikan pijakan yang seragam bagi para dosen dalam menjaga konsistensi pembelajaran, sekaligus membuka ruang inovasi sesuai karakteristik mata kuliah.

Hal ini penting agar kualitas pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan keilmuan, kebutuhan riset, serta tuntutan tata kelola akademik berbasis capaian.

Workshop yang dilaksanakan secara hybrid ini diharapkan menghasilkan dokumen kurikulum program studi berbasis OBE yang final, sistematis, dan adaptif terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat serta tantangan era digital. ***