600 Daerah di Sulteng Belum Tersentuh Jaringan Telekomunikasi

oleh -
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Ma'mun Amir, menerima zone manager pelaksana pembangunan proyek BTS 4 G Daerah 3 T Sulawesi Tengah, Firman Aritoa dan jajaran, ruang kerjanya, Rabu (24/11). FOTO: HUMASPROV SULTENG

PALU – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Ma’mun Amir mengatakan, sesuai hasil laporan Kepala Dinas Komunikasi Informasi Sulteng, Faridah Lamarauna, masih terdapat 600 daerah di Sulawesi Tengah yang blank spot atau tidak terdapat jaringan telekomunikasi.

Hal itu disampaikan Ma’mun Amir saat menerima kunjungan Zone Manager Pembangunan Proyek BTS 4 G daerah 3 T (terdepan, tertinggal, terluar) Sulawesi Tengah, Firman Aritoa, di ruangan wagub, Rabu (24/11).

“Saya minta kepada Kadis Kominfo supaya dapat menyurat kepada Kementrian Kominfo untuk dapat memenuhi pembangunan BTS pada seluruh daerah yang Blank spot jaringan telekomunikasinya, karena ini merupakan janji politik Gubernur dan Wakil Gubernur kepada masyarakat pada saat kampanye dulu,” ujar Wagub Sulteng Ma’mun Amir.

Menurutnya, Pemerintah Daerah sangat bersyukur atas pembangunan BTS pada 416 titik di Wilayah Sulawesi Tengah. Diharapkan agar penetapan lokasi pembangunan BTS dapat terkoordinasi dengan pemerintah daerah, agar lebih tepat sesuai prioritas.

Firman Aritoa, menerangkan pembangunan BTS ini merupakan implementasi arahan Presiden Joko Widodo untuk melakukan percepatan transformasi digital di seluruh tanah air, melalui Kementerian Kominfo melanjutkan pembangunan infrastruktur TIK. Selain itu untuk meningkatkan konektivitas telekomunikasi nasional, melalui upaya pembangunan infrastruktur digital untuk memperkecil digital divide.

“Cakupan proyek dan distribusi BTS 4 G tersebar pada 565 titik di Sulawesi, khusus Sulteng sebesar 74 persen atau 416 titik yang tersebar di pada 10 kabupaten. Dan saat terdapat kendala untuk pembangunan BTS di Wilayah Sigi Desa Tinggede, dan juga ijin pembangunan pada area masuk jalan nasional dan provinsi,” ungkap Firman Aritoa.

Mengenai laporan Firman, Wagub menyarankan, untuk pemberian ijin pembangunan BTS yang melewati jalur Jalan nasional dan daerah, agar bermohon kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan kepada Kementerian terkait, untuk percepatan perijinannya. Selanjutnya untuk kendala lokasi pembangunan BTS di Desa Tinggede, Wakil Gubernur langsung menghubungi Bupati Sigi Irwan Lapata, kiranya dapat memfasilitasi penyediaan lokasi pembangunan BTS 4 G di Tinggede.

Pada Kesempatan itu Wakil Gubernur didampingi Kadis Bina Marga dan Tata Ruang Syafullah Djafar, Kadis Kominfo Farida Lamarauna, Kepala BPKAD Bahran.

Reporter: Irma/Editor: Nanang