33 Tahun Terisolir, Bukit Jaya Juarai Lomba Desa se Sulteng

oleh -
Tim Penilai Lomba Desa tingkat Sulteng tahun 2017. Kepala Desa Bukit Jaya, Sutaji (kiri). (FOTO: Dok. Desa Bukit Jaya)

LUWUK – Desa Bukit Jaya, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai menjuarai lomba desa tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang digelar 17 Mei 2017 lalu.

Kepala Desa Bukit Jaya, Sutaji mengatakan keberhasilan itu merupakan dukungan semua pihak, khusunya masyarakat desa yang telah membuktikan bahwa juara lomba tingkat kecamatan dan kabupaten belumlah cukup. Pembinaan dari pemerintah kecamatan dan kabupaten juga memberikan andil yang besar atas hasil yang telah dicapai itu.

“Kami telah mendapatkan juara satu lomba desa tingkat Kecamatan Toili, juara satu lomba desa tingkat Kabupaten Banggai juga di tahun 2017,” ungkap Sutaji di Luwuk, Minggu.

Kesuksan menjuarai lomba desa, merupakan buah dari perjuangan seluruh masyarakat Desa Bukit Jaya dengan rasa kebersamaan, rasa memiliki dan penuh semangat untuk maju dalam membangun desa.

Selain itu kata dia, pihaknya sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi lomba desa tingkat Nasional 2017 yang digelar bulan Juli 2017 ini. Namun, dalam kompetisi itu, pihaknya masih membutuhkan dukungan, khususnya pemerintah Provinsi Sulteng untuk melakukan sejumlah pembenahan yang dianggap masih kurang.

“Kami sangat berharap dukungan itu, karena apa pun hasil yang nantinya didapatkan, kami membawa nama Sulteng ditingkatan nasional,” harapnya.

Sutaji menjelaskan selama kurun waktu 33 tahun, Desa Bukit Jaya menyadang desa terisolir dan tertinggal. Namun setelah amanat dari masyarakat desa kepada dirinya untuk memimpin sejak 6 bulan lalu, sejumlah prestasi telah berhasil diukir untuk mengharumkan nama desa.

Prestasi itu antara lain, bulan pertama sejak dilantik, Bupati Banggai Herwin Yatim datang ke Desa Bukit Jaya untuk meresmikan jembatan desa yang dapat dilalui kendaraan roda empat.

“Sebelumnya akses untuk masuk ke desa kami, hanya melalui jembatan dengan kendaraan motor, jika ingin menggunakan mobil harus melewati sungai dengan aliran air yang deras,” ungkapnya.

Kemudian di Bulan Februari 2017, pihaknya mendapatkan apresiasi dari ketua majelis taklim tingkat Kecamatan Toili dalam pelaksanaan pengajian akbar terbaik se kecamatan Toili di desa Bukit Jaya.

Bulan Maret 2017, pihaknya mendapatkan apresiasi dari Kantor Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banggai, sebagai pemecah rekor pencetak akta kelahiran dan kartu keluarga terbanyak.

Kemudian di Bulan April 2017, pihaknya mendapatkan anugerah dengan mendapatkan juara satu lomba desa se Kabupaten Banggai, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Banggai Nomor 141/438/DPMD.

“Akhirnya di Bulan Juni 2017, kami mendapatkan kembali anugerah sebagai juara satu lomba desa se Provinsi Sulawesi Tengah,” imbuhnya.

Penduduk Desa Bukit Jaya pada awalnya adalah peserta program transmigrasi Nasional Tahun Anggaran 1982/1983.  Peserta program itu berasal dari tiga provinsi yakni Provinsi Jawa Timur,  Jawa Tengah dan  Jawa Barat.  Desa itu pun dibina sekitar 7 tahun dari tahun 1983 hingga tahun 1990. Di tahun 1984, oleh masyarakat setempat diberi nama Desa Bukit Jaya yang artinya gunung-gunung kecil dan jaya artinya kesuksesan, keberhasilan  dan  hebat. (FAUZI)

Tentang Penulis: Fauzi Lamboka

Gambar Gravatar
Profesi sebagai jurnalis harus siap mewakafkan diri untuk kepentingan publik. Menulis merupakan kebiasaan yang terus diasah. Namun, menulis bukan sekadar memindahkan ucapan lisan ke bentuk tulisan. Tetapi lebih dari itu, mengabungkan logika (akal), hati (perasaan) untuk medapatkan rasa, yang bisa diingat kembali di hari esok.