TOUNA, MAL – Wakil Bupati Tojo Una-Una (Touna) Surya resmi membuka Bimtek PTK PNF Sulteng tingkat provinsi tahun 2026 di Ampana, Jumat (19/06.

Pelatihan ini diikuti oleh para tutor pendidikan kesetaraan se-Sulawesi Tengah untuk memperkuat kapasitas mereka.

DPW Asosiasi Tutor Pendidikan Kesetaraan Nasional (Astina) Sulawesi Tengah menyelenggarakan bimtek ini untuk mewujudkan transformasi kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. Harapannya, pendidikan non formal di Sulawesi Tengah menjadi lebih berkualitas dan berdaya saing.

Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Juni. Peserta bimtek adalah tutor pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C dari Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di seluruh Sulawesi Tengah.

Selain Wabup Touna Surya, hadir juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aspan P. Taurenta dan Ketua DPW Astina Sulteng, Sukri Tolinggi.

Wabup Surya menegaskan pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara yang wajib dipenuhi oleh negara. Ia mengakui jalur pendidikan formal seringkali tidak mampu menjangkau semua lapisan masyarakat akibat keterbatasan sosial, ekonomi, dan geografis.

“Pendidikan Non Formal (PNF) melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) hadir sebagai jaring pengaman sosial,” kata Surya.

Menurut Surya, PNF berperan krusial dalam memberikan kesempatan kedua bagi mereka yang putus sekolah. Warga belajar usia dewasa hingga masyarakat di daerah terpencil dapat memperoleh hak pendidikan setara melalui program Paket A, B, dan C.

Surya berpesan kepada peserta bimtek agar memanfaatkan pelatihan ini untuk menyerap ilmu, berdiskusi, dan membangun jaringan kolaborasi antar daerah.

Sebelumnya, Ketua DPW Astina Sulteng, Sukri Tolinggi, melaporkan bahwa bimtek kali ini adalah wujud komitmen berkelanjutan. Ini merupakan kali kedua Astina Sulteng menyelenggarakan pelatihan serupa secara mandiri.

“Tahun lalu kami menyelenggarakannya di Parigi Moutong, pada 28 hingga 30 Juni 2025, bertempat di Aula Dinas Pendidikan Parigi Moutong,” kata Sukri.

Sukri berharap para tutor dan pengelola PNF dapat menyerap ilmu baru, meningkatkan kompetensi pedagogik serta profesionalisme. Ia juga ingin semangat Astina Indonesia terus berkembang di kalangan peserta.