PALU, MAL – Universitas Tadulako (Untad) Palu berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam kategori praktik sport massage oleh terapis terbanyak di Indonesia. Rekor tersebut dicatat setelah 250 mahasiswa Untad melakukan praktik sport massage secara bersamaan di Lapangan Tenis Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Provinsi Sulawesi Tengah, Jalan K.H. Ahmad Dahlan, kawasan Taman GOR Sulawesi Tengah, Palu.
Rektor Untad, Prof Amar, mengatakan pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi Universitas Tadulako karena melibatkan mahasiswa dalam kegiatan yang berkaitan dengan bidang olahraga.
“Ini membanggakan bagi Universitas Tadulako karena seluruh adik-adik mahasiswa kita telah berpartisipasi bersama-sama untuk melakukan pemecahan MURI untuk sport massage atau terapis olahraga yang pertama di Indonesia dengan jumlah 250 orang pemijat,” ujarnya.
Menurut Amar, capaian tersebut menunjukkan komitmen Untad dalam mengembangkan prestasi di bidang keolahragaan. Kegiatan pemecahan rekor itu juga dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan Rektor Untad Cup III.
Ia berharap rekor tersebut menjadi motivasi bagi kampus untuk terus meningkatkan kualitas dan inovasi dalam pengembangan institusi.
“Harapan kami tentunya hal ini tidak berhenti di sini saja. Ini terus menjadi dorongan bagi Universitas Tadulako untuk terus membenahi dan meningkatkan kualitas serta inovasi dalam rangka pengembangan institusi ke depan,” katanya.
Amar menambahkan, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi mahasiswa, khususnya putra-putri daerah, untuk berpartisipasi dan mengembangkan kemampuan mereka di bidang olahraga dan terapi olahraga.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada tim MURI, mahasiswa, sivitas akademika, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Ini merupakan hadiah ulang tahun Universitas Tadulako yang ke-45,” ujarnya.
Sementara itu, Customer Relations Manager Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Lutfi Syah Pradana, menyatakan MURI secara resmi mencatat rekor baru dalam kategori praktik pijat olahraga oleh terapis terbanyak.
“Ya, hari ini MURI secara resmi mengumumkan sebuah pencatatan rekor baru, tentunya di bidang praktik pijat olahraga oleh terapis yang terbanyak,” kata Lutfi.
Ia menjelaskan, sebanyak 250 terapis melakukan praktik sport massage secara serentak di Lapangan Tenis Pelti Provinsi Sulawesi Tengah.
Menurut Lutfi, capaian Untad dapat menjadi tantangan bagi perguruan tinggi lain yang memiliki program studi serupa untuk mencetak rekor baru dengan jumlah peserta yang lebih banyak.
“Ini merupakan sebuah tantangan bagi universitas lain yang memiliki program studi yang sama, apakah mampu melebihi catatan rekor Universitas Tadulako,” ujarnya.
Lutfi juga membuka peluang bagi Untad untuk memecahkan rekornya sendiri pada masa mendatang jika mampu melibatkan lebih banyak terapis.
Ia menambahkan, sport massage memiliki peran penting dalam dunia olahraga modern, tidak hanya bagi atlet tetapi juga masyarakat umum yang aktif berolahraga.
“Sport massage memang memiliki peran yang penting, tidak hanya bagi atlet, tetapi bagi masyarakat umum pun menjadi penting karena dunia olahraga sekarang sedang besar-besarnya,” katanya.
Menurut Lutfi, meningkatnya aktivitas olahraga di tengah masyarakat turut mendorong kebutuhan terhadap layanan sport massage, terutama untuk membantu mengatasi persoalan yang berkaitan dengan aktivitas fisik dan cedera olahraga.
