DONGGALA, MAL – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tengah (Sulteng), dr. Reny A. Lamadjido, mendorong perluasan akses pelayanan keluarga berencana (KB) di Sulteng, menyusul masih tingginya angka unmet need atau kebutuhan pelayanan KB yang belum terpenuhi di Kabupaten Donggala yang mencapai 21,85 persen.
Reny menyampaikan hal tersebut saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ BKKBN, Ratu Isyana Bagoes Oka, dalam kegiatan Intensifikasi Pelayanan KB di Wilayah Khusus dalam rangka World Contraception Day (WCD) di Pelabuhan Wani, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Senin (28/9).
Menurut Reny, data tersebut menunjukkan masih perlunya perluasan akses masyarakat usia subur terhadap pelayanan KB, khususnya di wilayah yang memiliki capaian unmet need tinggi.
“Data ini menunjukkan perlunya perluasan akses usia subur terhadap pelayanan KB,” kata Reny.
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil pemutakhiran pendataan keluarga tahun 2025, capaian Modern Contraceptive Prevalence Rate (MCPR) secara nasional sebesar 60,8 persen, sedangkan unmet need tercatat 13,4 persen. Sementara kehamilan berisiko tinggi atau 4T mencapai 31,5 persen.
Di Sulteng, capaian MCPR sebesar 58 persen dengan unmet need 15,2 persen. Adapun Kabupaten Donggala mencatat MCPR sebesar 45,93 persen dan unmet need mencapai 21,85 persen.
Reny berharap intensifikasi pelayanan KB di wilayah khusus tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, kegiatan tersebut harus menjadi momentum untuk memperluas jangkauan pelayanan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya KB.
Selain itu, intensifikasi pelayanan diharapkan dapat menurunkan angka unmet need, meningkatkan kesertaan KB modern, serta memperkuat kualitas keluarga di Sulawesi Tengah.
“Mari kita jadikan kunjungan kerja ini sebagai momentum memperkuat pelayanan KB di Kabupaten Donggala dan seluruh wilayah di Sulteng, demi keluarga yang sehat, berkualitas dan sejahtera,” tegasnya.
Reny mengatakan, program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana) memiliki peran strategis dalam mendukung kesehatan masyarakat dan pembangunan keluarga berkualitas.
“Melalui program KB, kita berupaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak, menurunkan risiko kematian, serta mencegah stunting,” katanya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Wamen Ratu Isyana mengunjungi pelayanan KB di Rumah Sakit Kapal dr. Lie Dharmawan Bayan Peduli yang dioperasikan Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE).
Kapal tersebut telah bersandar di Pelabuhan Wani sejak 22 September 2026 untuk memberikan pelayanan kesehatan dan KB kepada masyarakat.
Pada hari kunjungan Wamen, sebanyak 50 akseptor mendapatkan pelayanan KB.
Ratu Isyana juga memberikan sosialisasi kepada sekitar 150 peserta yang terdiri dari lintas sektor, Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader, PKB/PLKB, tenaga medis, serta pasangan usia subur (PUS).
Dalam kesempatan tersebut, Ratu menekankan pentingnya pencegahan stunting melalui intervensi yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi.
“Kalau kita mau mencegah stunting ada dua upaya yang perlu dilakukan. Upaya spesifik terkait dengan gizi dan upaya intervensi sensitif,” kata Ratu.
Menurutnya, intervensi sensitif mencakup ketersediaan air bersih, sanitasi, jamban, serta edukasi mengenai pemberian gizi yang baik dan perilaku hidup bersih dan sehat.
Ia juga menekankan pentingnya pengaturan usia dan jarak kehamilan sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) kepada dua keluarga berisiko stunting di Desa Labuan Salumbone dan Desa Labuan, Kabupaten Donggala.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng Nuryamin, Asisten III Donggala Isngadi, Direktur Bina Pelayanan KB Wilayah Khusus Kemendukbangga/BKKBN Farah Adibah, serta sejumlah pejabat lainnya.
