Di tengah kesibukan sehari-hari, duduk berjam-jam sering kali dianggap sebagai hal biasa. Bekerja di depan komputer, menonton televisi, bermain gim, hingga menggunakan ponsel dapat membuat seseorang menghabiskan sebagian besar waktunya tanpa banyak bergerak.
Kebiasaan tersebut dikenal sebagai sedentary lifestyle, yakni pola hidup dengan banyak menghabiskan waktu dalam posisi duduk atau berbaring dan hanya melakukan sedikit aktivitas fisik.
Sekilas, kebiasaan ini mungkin terlihat tidak berbahaya. Namun, jika berlangsung terus-menerus, kurang bergerak dapat memberikan dampak terhadap kesehatan tubuh maupun kondisi mental.
Jangan Biarkan Tubuh Terlalu Lama Diam
Terlalu banyak duduk dan kurang melakukan aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk kenaikan berat badan dan obesitas.
Kurangnya gerakan juga dapat menyebabkan otot melemah dan berdampak pada kesehatan tulang. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat berpengaruh terhadap kebugaran jantung dan sirkulasi darah.
Pola hidup sedentari juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, diabetes tipe 2, penyakit jantung dan stroke.
Bukan hanya kesehatan fisik yang perlu diperhatikan. Kurangnya aktivitas juga dapat berkaitan dengan gangguan kesehatan mental, seperti depresi dan kecemasan. Keluhan nyeri pada bagian punggung maupun leher juga lebih mudah muncul ketika tubuh terlalu lama berada dalam posisi yang sama.
Karena itu, jangan menunggu tubuh memberikan peringatan baru mulai bergerak.
Mulai dari Hal yang Sederhana
Mengubah gaya hidup tidak harus dilakukan secara drastis. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten justru dapat menjadi awal yang baik.
Jika pekerjaan mengharuskan duduk dalam waktu lama, cobalah berdiri dan berjalan sebentar setiap 30 hingga 60 menit. Saat menerima telepon, misalnya, manfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiri atau berjalan.
Kebiasaan sederhana lainnya adalah memilih menggunakan tangga dibandingkan lift ketika memungkinkan, melakukan pekerjaan rumah, atau menyempatkan diri berjalan kaki di sela-sela aktivitas.
Bagi yang belum terbiasa berolahraga, tidak perlu langsung melakukan latihan berat. Jalan cepat selama 10 hingga 15 menit setiap hari dapat menjadi langkah awal. Durasi dan intensitasnya kemudian dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan tubuh.
Olahraga Saja Tidak Cukup Jika Seharian Duduk
Salah satu hal penting yang perlu dipahami adalah bahwa olahraga teratur tidak selalu berarti seseorang bebas dari kebiasaan sedentari.
Seseorang mungkin berolahraga selama satu jam, tetapi tetap menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk. Karena itu, selain menyediakan waktu khusus untuk berolahraga, penting pula mengurangi durasi duduk sepanjang hari.
Secara umum, orang dewasa dianjurkan melakukan sekitar 150 hingga 300 menit aktivitas fisik dengan intensitas sedang setiap minggu. Aktivitas tersebut juga dapat dilengkapi dengan latihan kekuatan setidaknya dua hari dalam seminggu.
Namun, bagi yang baru mulai aktif, tidak perlu merasa terbebani dengan target tersebut. Mulailah dari kemampuan yang dimiliki dan tingkatkan secara perlahan.
Bergerak Lebih Banyak, Hidup Lebih Sehat
Hidup aktif bukan berarti harus selalu berada di pusat kebugaran atau melakukan olahraga berat.
Berjalan kaki, membersihkan rumah, naik tangga, berkebun, bermain bersama anak, atau sekadar berdiri dan bergerak secara berkala juga dapat menjadi bagian dari kebiasaan hidup lebih aktif.
Yang terpenting adalah mengurangi waktu tubuh dalam kondisi tidak bergerak dan membangun kebiasaan untuk lebih sering melakukan aktivitas fisik.
Jadi, jika hari ini sebagian besar waktu dihabiskan dengan duduk, tidak ada kata terlambat untuk berubah.
Bangun, bergerak, dan mulai dari langkah kecil. Sebab, tubuh yang lebih aktif adalah salah satu investasi sederhana untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup dalam jangka panjang.
