PALU– Syndicate menggelar ajang olahraga tarung bertajuk By One The Proof dengan menghadirkan tujuh partai pertandingan di SPBU Kartini, Kota Palu, Sabtu (24/10/2026), pukul 22.00 Wita.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membuka ruang kompetisi sekaligus menyeleksi petarung lokal untuk menuju ajang yang lebih besar.
Ketua panitia, Cost Bella, mengatakan petarung yang terlibat berasal dari Palu, Morowali, wilayah yang disebut IGI oleh penyelenggara, serta Makassar.
Ajang tersebut mengusung konsep pertandingan baku hantam dengan aturan Aoki. Penyelenggara menyebut peserta merupakan petarung yang terdaftar di Bostrek, ajang yang menurut mereka terakhir kali digelar pada 1990.
Syndicate juga mengklaim konsep pertandingan tersebut menjadi yang pertama digelar di SPBU Pertamina di Indonesia. Klaim tersebut merupakan pernyataan penyelenggara.
Cost Bella mengatakan, salah satu upaya yang disiapkan untuk mendukung keselamatan peserta adalah kerja sama dengan BPJS. Panitia juga menyediakan tenaga kesehatan selama pertandingan.
Selain itu, penyelenggara melibatkan juri profesional untuk memimpin pertandingan. Namun, penerapan aturan secara konsisten, kesiapan medis, dan perlindungan terhadap petarung menjadi aspek penting dalam penyelenggaraan olahraga tarung, terutama untuk pertandingan dengan kontak fisik langsung.
Menurut Cost Bella, tantangan dalam penyelenggaraan kegiatan ini antara lain mencari dan menyiapkan petarung.
Ia juga mengungkapkan adanya kendala dukungan dari sejumlah organisasi yang tidak memberikan izin kepada atletnya untuk mengikuti pertandingan.
“Kami ingin membawa kegiatan ini ke arah kemajuan olahraga di Sulawesi Tengah. Namun, ada organisasi yang tidak mendukung atletnya untuk bergabung. Padahal, kesempatan bertanding penting agar atlet tetap berlatih dan berkembang,” ujarnya.
Ia menilai kompetisi yang berkelanjutan diperlukan agar petarung memiliki kesempatan menguji kemampuan dan meningkatkan pengalaman bertanding.
Karena itu, Syndicate merencanakan penyelenggaraan ajang olahraga tarung setiap tiga bulan.
Rangkaian seleksi tersebut direncanakan berlangsung dalam tiga tahap, yakni Oktober 2026, Desember 2026, dan Maret 2027. Tahap puncak dijadwalkan berlangsung di Hades, dengan perebutan sabuk bagi petarung yang berhasil mencapai babak akhir.
Berbeda dengan kompetisi yang berorientasi langsung pada hadiah, By One The Proof kali ini difokuskan sebagai ajang seleksi. Penyelenggara berharap kegiatan tersebut dapat membuka jalur bagi petarung lokal untuk memperoleh kesempatan tampil di tingkat yang lebih tinggi.
Syndicate juga menghadirkan Rudy “The Golden Boy”, yang disebut sebagai CEO Baku Hantam. Melalui kolaborasi tersebut, petarung yang lolos seleksi diharapkan berpeluang melanjutkan karier di ajang Baku Hantam yang direncanakan berlangsung pada November 2027.
Rencana tersebut menjadi salah satu upaya membangun jalur pembinaan petarung Sulawesi Tengah. Namun, keberlanjutan kompetisi tidak hanya bergantung pada frekuensi pertandingan, tetapi juga pada kepastian sistem seleksi, penerapan standar keselamatan, serta dukungan organisasi dan pihak terkait.
Dengan tujuh partai yang dijadwalkan, By One The Proof diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas kesempatan bertanding bagi petarung lokal. Keberhasilan program ini akan ditentukan oleh konsistensi penyelenggaraan dan kemampuannya menyediakan ruang kompetisi yang aman, terukur, dan berkelanjutan. **
