PALU, MAL – Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 20 Palu kini menampung 183 siswa untuk tahun ajaran 2026/2027. Para siswa yang berasal dari berbagai wilayah di Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu, diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang terdata dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 dan 2.
Kepala SR Terintegrasi 20 Palu, Anita, menjelaskan dari total 183 siswa tersebut, 71 di antaranya menempuh jenjang SMP dan 112 siswa jenjang SMA. Siswa-siswa di SR Terintegrasi 20 Palu ini datang dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tengah, bahkan termasuk wilayah kepulauan seperti Banggai Kepulauan. Namun, Kota Palu tercatat sebagai daerah dengan jumlah siswa terbanyak.
Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, proses pembelajaran di SR Terintegrasi 20 Palu telah berjalan lancar. Anita menambahkan bahwa para siswa dinilai sudah mulai terbiasa dengan sistem pendidikan dan kehidupan berasrama.
“Kalau tantangan, ini sudah tahun kedua. Anak-anak sudah mulai terbiasa. Waktu satu tahun itu sudah cukup bagi mereka untuk membiasakan diri dengan pola yang ada di asrama,” kata Anita.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga mengalami kekurangan tenaga pendidik, khususnya guru seni dan guru BK.
“Tenaga pendidik sekarang hanya 15 orang,” ujarnya.
Meskipun kebutuhan operasional sekolah ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat, akses masuk ke SR Terintegrasi 20 Palu tidak terbuka untuk semua calon siswa. Anita menegaskan, SR ini memang dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang terdata dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 dan 2.
“Sekolah ini diprioritaskan untuk keluarga yang kurang mampu, khususnya yang terdata di desil 1 dan 2. Jadi, anak-anak yang bersekolah di Sekolah Rakyat memang dikhususkan untuk keluarga yang terdata di desil 1 dan 2,” jelasnya.
Anita mengakui banyak anak di luar kriteria tersebut yang berminat, namun ketentuan penerimaan tetap mengacu pada kriteria pemerintah.
Terkait pembangunan gedung sekolah permanen, Anita menyatakan hal tersebut berada di bawah kewenangan Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah. Berdasarkan informasi yang ia terima, lokasi pembangunan gedung SR Terintegrasi 20 Palu tersebut direncanakan berada di kawasan STQ.
Mengingat asal siswa yang beragam, Anita berharap pemerintah daerah di masing-masing kabupaten/kota turut aktif memperhatikan siswa asal daerahnya yang menempuh pendidikan di SR Terintegrasi 20 Palu.
“Karena siswa kami berasal dari seluruh wilayah Sulawesi Tengah, pemerintah daerah, khususnya kabupaten masing-masing, juga diharapkan proaktif terhadap anak-anak yang ada di sini,” harap Anita.
