Oleh: Dwi Apriyanto, Bakal Calon Kandidat Ketum PB SEMMI 2026-2029
SEMMI memiliki akar historis yang terhubung dengan Serikat Islam. Pada awal abad ke-20, organisasi yang mula-mula bernama Sarekat Dagang Islam yang diprakarsai oleh Samanhudi dan kemudian berkembang menjadi Serikat Islam. Dalam perjalanan sejarah Indonesia.
Serikat Islam sendiri merupakan organisasi massa pertama dalam sejarah Indonesia modern. Ia adalah salah satu gerakan massa modern terbesar di Asia pada masanya dengan jutaan anggota. Dalam sosiologi politik, fenomena ini seperti big bang dalam lahirnya kesadaran nasional.
Di bawah kepemimpinan Haji Oemar Said Tjokroaminoto, organisasi ini tidak hanya membangkitkan kesadaran ekonomi umat, tetapi juga menanamkan kesadaran politik kebangsaan.
Untuk pertama kalinya, petani di Jawa, pedagang di Sumatra, nelayan di Sulawesi, dan masyarakat di berbagai wilayah Nusantara mulai menyadari bahwa mereka bukan sekadar komunitas-komunitas yang terpisah. Mereka memiliki nasib yang sama.Mereka memiliki cita-cita yang sama.Mereka memiliki masa depan yang sama.
Inilah yang oleh Benedict Anderson disebut sebagai proses lahirnya imagined community atau komunitas kebangsaan. Sebuah bangsa yang lahir karena kesediaan untuk berbagi masa depan. Dan Serikat Islam menjadi salah satu sekolah politik pertama yang mengajarkan kesadaran tersebut kepada rakyat Indonesia.
SEMMI lahir dari mata air sejarah Serikat Islam. Gerakan yang bermula pada gerakan ekonomi rakyat, lalu bertransformasi menjadi organisasi politik dan menjadi tulang punggung dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia.
Artinya, fungsi SEMMI bukan sekadar kaderisasi organisasi. Fungsi SEMMI adalah kaderisasi sejarah.
Memamahmi Dialektika Islam Indonesia dan Peradaban Islam Dunia
Ketika berbicara tentang masa depan SEMMI, kita tidak dapat melepaskannya dari konteks dunia Islam secara global. Saat ini Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Menurut data Pew Research, Indonesia memiliki lebih dari 230 juta Muslim dan tetap menjadi negara dengan populasi Muslim terbesar secara global.
Lebih jauh lagi, Islam merupakan agama dengan pertumbuhan tercepat di dunia.Laporan terbaru Pew Research tahun 2025 menunjukkan bahwa Muslim telah mencapai sekitar 25,6% populasi dunia dan menjadi kelompok agama besar dengan pertumbuhan tercepat secara global.Secara demografis, ini berarti sesuatu yang sangat penting.
Jika kita melihat data ekonomi global terbaru, potensinya sangat besar.Laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2024/2025 menunjukkan bahwa ekonomi halal global telah mencapai sekitar USD 7,3 triliun.
Beberapa data ekonomi Islam memperlihatkan belanjan konsumen umat muslim mencapai USD 2,43 triliun pada 2023, diproyeksikan meningkat menjadi lebih dari USD 3,3 triliun pada 2028, dan aset keuangan syariah global mendekati USD 5 triliun dan akan terus bertumbuh menuju USD 7,5 triliun pada akhir dekade ini.
Ini artinya dunia Islam bukanlah kelompok ekonomi kecil. Ia adalah salah satu pasar terbesar dalam sejarah manusia.
Namun terdapat paradoks yang menarik.Dunia Islam memiliki lebih dari 2 miliar penduduk, sebagian besar cadangan energi dunia, jalur perdagangan strategis global, populasi muda yang besar, dan pasar konsumen yang luas.
Tetapi kontribusi kolektif dunia Islam terhadap inovasi global, teknologi tinggi, dan ekonomi berbasis pengetahuan masih relatif belum optimal. Inilah tantangan besar yang harus dijawab oleh generasi muda Muslim.
SEMMI dan Keberanian Mengemban Tanggung Jawab Sejarah
Abad ke-21 akan menjadi abad ketika dunia Islam memainkan peran yang semakin besar dalam ekonomi, politik, budaya, dan geopolitik global.
Umat Islam Indonesia menjadi tumpuan tumbuh kembangnya dunia Islam. Menjadi rumah bagi 230 juta umat muslim dan menjadi yang terbesar secara global. Umat Islam di Indonesia memainkan dua penentu sejarah sekaligus.
Pertama; sebagai mayoritas umat Islam menjadi faktor penentu kemajuan dan terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. Kejayaan dan kegemilangan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas dan kepemimpinan umat Islam.
Kedua; Jika umat Islam di Indonesia kuat dan maju, ini menjadi rantai dialektis yang akan memperkuat dunia Islam secara keseluruhan. Sebagai negara populasi muslim terbesar, wajah umat Islam ditentukan oleh Indonesia.
Ditambah, Indonesia adalah negara demokrasi terbesar di dunia Muslim dan tradisi Islam di Indonesia relatif moderat dan inklusif. Indonesia berpotensi menjadi jembatan antara dunia Islam dan dunia global. Peran ini sangat mirip dengan yang pernah dimainkan Andalusia pada abad pertengahan atau Istanbul pada masa keemasan Kesultanan Utsmaniyah.
SEMMI sebagai organisasi mahasiswa Islam, wajib memiliki kesadaran dan tanggung jawab sejarah, bahwa umat Islam Indonesia memiliki peran yang sangat menentukan masa depan, kemajuan, dan kejayaan peradaban Islam seperti yang pernah tercatat dalam era keemasan dalam dinasti Abbasiyah di Baghdad.
Sebagai organisasi yang berakar pada Serikat Islam yang pernah menjadi organisasi massa pertama dalam sejarah Indonesia kontemporer dan terbesar di Asia. SEMMI di abad ke-21 memiliki tugas dan mandat sejarah. Terdapat lima agenda strategis yang dapat diisi oleh SEMMI untuk menjawab mandat sejarah:
1. Membangun Kepemimpinan Intelektual: Indonesia membutuhkan lebih banyak ilmuwan, ekonom, diplomat, teknokrat, dan inovator Muslim yang mampu bersaing di tingkat global.
2. Mengembangkan Diplomasi Pemuda Islam Global: SEMMI dapat menjadi penghubung antara pemuda Indonesia dengan dunia Islam internasional.
3. Memperkuat Ekonomi Pancasila dan Ekonomi Syariah: Menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatan yang dahulu diperjuangkan Sarekat Islam serta mewujudkan pasal 33 UUD 1945 untuk mewujudkan Indonesia adil, makmur, dan beradab.
4. Menjadi Pelopor Literasi Teknologi: Kecerdasan buatan, transformasi digital, dan ekonomi kreatif harus menjadi bagian dari agenda gerakan mahasiswa.
5. Menjaga Persatuan Nasional: Inilah tugas terbesar. Karena tanpa persatuan nasional, seluruh potensi ekonomi, demografi, dan teknologi Indonesia akan kehilangan fondasinya.
Organisasi mahasiswa bukan sekadar ruang aktivitas kampus. Ia adalah ruang persemaian sejarah. Ia adalah laboratorium gagasan tempat masa depan bangsa sedang dirancang.
Sebagaimana yang pernah diajarkan oleh Serikat Islam saat menjadi lokomotif sejarah dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia. SEMMI perlu menjadi cerminan kehendak sejarah untuk kemajuan dan kejayaan bangsa Indonesia dan peradaban Islam secara keseluruhan.

